BerandaLiterasi DigitalBerlaku Etis Di Dunia Nyata Dan Dunia Maya

Berlaku Etis Di Dunia Nyata Dan Dunia Maya

Published on

spot_img

Tidak dimungkiri jika internet dan media sosial kini menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan media sosial sebagai saluran komunikasi di era digital juga telah membawa banyak dampak perubahan pada pola interaksi masyarakat yang kini terkesan sangat bebas dan lepas kontrol. Para pengguna media sosial saat ini memiliki kecenderungan untuk membagikan apa saja di jagat maya tanpa memerhatikan etika komunikasi apakah pesan yang dibagikan dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif.

Dalam survei Digital Civility Index (DCI) untuk mengukur tingkat kesopanan digital global, Indonesia menduduki peringkat paling bawah di kawasan Asia Tenggara. Dari total 32 negara yang disurvei pun Indonesia menduduki peringkat bawah, yakni urutan ke-29.

BACA JUGA:  Memanfaatkan Media Sosial Untuk Mendatangkan Uang

“Melihat data itu, cukup mengagetkan. Karena Indonesia sebagai negara ramah, tapi memperoleh peringkat bawah dengan tingkat kesopanan di dunia digital. Untuk itu, ada baiknya kita semua sekalipun saat berada di dunia digital, ikutilah aturan seperti dalam kehidupan nyata. Pengguna internet berasal dari bermacam negara yang memiliki perbedaan bahasa, budaya dan adat istiadat, dan berbagai fitur dalam internet memungkinkan kita berlaku etis atau tidak etis,” kata Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Mafindo, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 9 Juni 2021.

BACA JUGA:  Komitmen Pendidik Meningkatkan Kemampuan Menguasai Teknologi

Selain Septiaji Eko Nugroho, webinar ini juga menghadirkan pembicara lain, seperti Giri Lukmanto (Peneliti Mafindo), Rita Gani (Mafindo, Japelidi, Fikom Unisba), Fakrullah Maulana (Pengurus Pusat RTIK Indonesia), dan Putri Yulianti (KOL).

Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Virus Misinformasi Marak di Saat Pandemi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...

Bali Menjadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba renang...

Satu Dekade INDOFEST: Gen Z Bawa Harapan Baru Wisata Petualangan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali hadir sebagai pameran perlengkapan kegiatan...

ArtMoments Jakarta 2026: Panggung Lintas Budaya yang Membawa Seni Lokal ke Kancah Global

Jakarta, Venuemagz.com - ArtMoments Jakarta resmi dibuka pada tanggal 4 dan berakhir 7 Juni...

HUB.ID Dorong Pertumbuhan Startup Digital

Indonesia saat ini terus mendorong akselerasi transformasi digital nasional yang ditandai dengan berbagai upaya...

Bahayanya Menggunakan VPN Gratisan

Untuk menyaring konten-konten negatif di internet, pemerintah menerapkan pembatasan fitur media sosial pada 2019...

Dampak Positif Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Dunia digital mendorong warga untuk memerlukan keterampilan teknis untuk mengakses medium-medium penunjang komunikasi dan...