Gunakan Digital Payment, Ini Kelebihannya

Sunday, 25 July 21 Venue

Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak orang mulai beralih menggunakan digital payment dan perlahan meninggalkan sistem pembayaran tunai. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang memanfaatkan pembayaran digital (digital payment).

“Generasi milenial lebih senang melakukan digital payment ketimbang pembayaran secara konvensional,” kata Moh. Rizki Firdaus, Founder Rosokku & Owner Custum Komunitas, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (22/7/2021).

Rizki mengatakan, digital payment adalah cara pembayaran dengan menggunakan media elektronik. Seseorang bisa melakukan transkasi pembayaran dengan Short Message Service (SMS), internet banking, mobile banking, atau dompet elektronik.

Menurutnya, terdapat beberapa kelebihan dari menggunakan digital payment dibandingkan transaksi umum, di antaranya yaitu:

  • Kontrol pengeluaran.

Digital payment akan semakin memudahkan dalam mengelola keuangan. Semua nominal belanja bisa langsung dilacak melalui laporan tagihan. Bandingkan dengan transaksi konvensional yang menggunakan pembayaran tunai. Apalagi jika sampai lupa jumlah tagihan yang baru dibayarkan. Bisa-bisa rencana keuangan jadi berantakan.

  • Terhindar dari kejahatan.
BACA JUGA:   Bahaya yang Mengintai dari Jejak Digital

Selalu ada risiko tinggi ketika membawa uang tunai dalam jumlah besar. Jika sedang berada di tempat ramai, berpotensi mengundang perhatian pelaku tindak kriminal. Copet atau pencuri misalnya. Andai kartu kredit hilang atau dicuri, cukup menelepon pihak bank untuk melakukan pemblokiran. Dana tetap aman tak tersentuh dari tangan-tangan pihak tak bertanggung jawab.

  • Meminimalisir kerugian.

Bayangkan jika membawa uang tunai dalam jumlah besar saat liburan dan tiba-tiba uang tersebut raib. Seluruh rencana perjalanan bakal berantakan. Fokus serta tenaga bakal terkuras untuk mencari uang hilang tersebut. Semuanya takkan terjadi jika membawa alat pembayaran digital. Kita juga bebas dari rasa was-was berlebihan, yang sering dirasakan ketika membawa uang tunai lumayan banyak.

  • Semakin mudah dengan e-wallet.

Kehadiran e-wallet atau dompet elektronik semakin memudahkan dalam melunasi tagihan maupun berbelanja. Apalagi belakangan beberapa penyedia jasa e-wallet gencar melakukan promo dengan memberi diskon atau potongan harga khusus. Selain praktis, juga bisa mengisi saldo e-wallet via ATM, gerai minimarket, maupun Internet Banking. Tidak perlu lagi membawa dompet tebal dengan banyak uang tunai di dalamnya.

  • Luar biasa praktis.
BACA JUGA:   Membangun Image dengan Personality dan Karakter

Kepraktisan jadi salah satu keunggulan utama digital payment yang disukai kaum milenial. Cukup gesek kartu atau scan QR lalu masukkan nomor PIN, transaksi bakal lunas dalam hitungan detik. Tidak repot atau makan waktu. Bayangkan jika membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Selain membuat dompet tebal, juga akan terasa lebih repot ketika bertransaksi. Tentunya sangat tidak praktis, terutama jika sedang liburan atau jalan-jalan.

  • Banyak merchant khusus.

Saat ini sudah ada banyak merchant atau gerai yang menerima pembayaran non-tunai alias cashless. Cukup bermodal kartu kredit atau debit, transaksi bisa dilunasi dalam waktu singkat. Tidak perlu antre terlalu lama untuk menunggu transaksi selesai. Waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain.

  • Promo cashless.

Siapa sih, yang tidak tergiur penawaran potongan harga. Keuntungan tersebut bisa kalian dapatkan dengan memanfaatkan beragam promo pembayaran cashless. Selain diskon, promo ini biasanya juga hadir dalam bentuk poin atau penawaran belanja menarik. Budget pun bisa lebih dihemat.

BACA JUGA:   Pahami Netiquette Sebelum Bermedia Sosial

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).