Gunakan Software Agar tak Kehilangan Data

Sunday, 01 August 21 Venue
Virtual Show Management

Bagi sebuah perusahaan, keberadaan data layaknya sebongkah emas yang nilainya sungguh tak terkira. Data menjadi salah satu komponen krusial dalam perusahaan karena biasanya memuat informasi berharga yang tidak boleh bocor ke orang lain.

“Itulah mengapa kehilangan data perusahaan merupakan bencana besar yang menimpa sebuah perusahaan,” kata Andi Asari, Dosen Universitas Negeri Malang, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (30/7/2021).

Menurut Andi, penyebab utama data perusahaan hilang adalah karena tidak adanya pemasangan software yang memadai mengakibatkan data hilang terkena virus atau dibobol. Pemasangan software ini, menurutnya penting bahkan tidak hanya di komputer tetapi juga di smartphone.

“Dengan adanya software ini, data yang dimasukkan ke sistem komputer lebih terjaga dari virus dan hacker. Komputer yang tidak memiliki software pengaman akan memudahkan hacker untuk membobol data perusahaan,” tutur dia.

BACA JUGA:   Tips Agar Tidak Gaptek

Para hacker bisa memanfaatkan data tersebut untuk memenangi persaingan bisnis atau sekadar menghapuskan data untuk merusak operasional perusahaan. “Data yang sudah hilang tersebut biasanya tidak dapat dikembalikan. Penggunaan software untuk mengembalikan data biasanya akan terlambat dan percuma saja karena data sudah telanjur hilang,” ujarnya.

Menurut Andi, akan bertambah parah ketika tidak rutin melakukan backup data perusahaan secara berkala. Sehingga, ketika ada data yang hilang entah karena dibobol atau terkena virus, tidak memiliki cadangan data.

BACA JUGA:   Fenomena Belanja Online, Ini Alasannya

“Ada baiknya, data perusahaan tidak hanya disimpan di dalam satu sistem saja, namun beberapa sistem. Jadi, jika saja ada file yang hilang di salah satu server, Anda masih memiliki cadangannya,” katanya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Agar OTP tak Mudah Diretas

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).