BerandaLiterasi DigitalHoaks Bertebaran di Ruang Digital, Literasi Bisa Jadi Solusi

Hoaks Bertebaran di Ruang Digital, Literasi Bisa Jadi Solusi

Published on

spot_img

Masih banyak berita-berita hoaks bertebaran di ruang digital masyarakat Indonesia. Setidaknya, kata Popon Rohaeti, Guru di SMPN 8 Kota Bogor, sebanyak 44,3 persen responden menerima hoaks setiap harinya, sedangkan 17,2 persen responden menerima hoaks lebih dari satu kali dalam sehari.

Data tersebut diambil melalui survei Masyarakat Telematika (Mastel) tahun 2017 kepada 1.146 responden. Sementara itu, menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informasi, di masa pandemi (Maret 2020 – Januari 2021) terdapat 1.387 hoaks beredar di masyarakat melalui internet.

“Dari penggunaan media digital ini banyak sekali berita bohong atau palsu. Ini harus kita saring berita-berita hoaks karena kalau tidak disaring sama saja kita tidak berliterasi,” ujar Popon dalam Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).  

BACA JUGA:  HAKI untuk Para Kreator

Berliterasi, kata dia, dalam artian kita mampu dalam mengolah dan menyeleksi suatu informasi dari internet. Dalam mengelola informasi, kita harus pakai logika. “Jadi, setiap informasi tidak diterima secara mentah-mentah kemudian langsung share. Kita harus pandai memilah informasi, salah satu caranya dengan melakukan pencarian terkait berita tersebut di mesin pencarian.”

Bentuk hoaks atau berita bohong, kata Popon, dapat berupa narasi informasi yang berlebihan, foto, atau gambar rekayasa, dan video manipulasi.”Faktor hoaks mudah meluas di masyarakat karena informasi yang disebarkan umumnya bersifat mengagumkan, sensasional, dan membuat pembaca harus menyebarkannya,” ujar dia.

BACA JUGA:  Strategi Cerdas Menjual Rumah Secara Online

Menurutnya, sikap kita dalam menghadapi hoaks seharusnya dengan tidak mudah terprovokasi, bersikap kritis terhadap apapun, mengutamakan logika, dan melakukan konfirmasi pada setiap berita. “Hal terpenting ialah saring sebelum sharing. Apabila ada konten yang sekiranya merupakan hoaks, laporkan konten tersebut ke situs-situs pelaporan hoaks, seperti turnbackhoax.id.” kata dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Hoaks, Ibarat Leviathan di Era Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

HKTB Luncurkan Promosi Musim Panas di Seluruh Kota

Untuk menyambut puncak musim liburan musim panas, Hong Kong Tourism Board (HKTB) akan meluncurkan...

Penerapan Smart Economy di Ekosistem Industri MICE

JAKARTA, Venuemagz.com – Industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) tengah berada di pusaran...

RX Japan Hadirkan Tiga Pameran F&B dalam Satu Atap

Tokyo, Venuemagz.com— “JAPAN’S FOOD” EXPORT FAIR, JFEX (Japan Int’l Food & Beverage Expo), dan...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

HKTB Luncurkan Promosi Musim Panas di Seluruh Kota

Untuk menyambut puncak musim liburan musim panas, Hong Kong Tourism Board (HKTB) akan meluncurkan...

Penerapan Smart Economy di Ekosistem Industri MICE

JAKARTA, Venuemagz.com – Industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) tengah berada di pusaran...