Kala Medsos Bikin Penggunanya Menjadi Budak Ponsel

Wednesday, 21 July 21 Venue

Kebanyakan orang mengakses media sosial (medsos) melalui smartphone atau ponsel. Menurut Clara Marisa Purnamasari, Associate Wealth Planner & International Campus Ambassador at IMUN, media sosial menyediakan kenyamanan dalam hal berhubungan antara manusia, dan juga berarti media sosial akan selalu dapat diakses kapanpun dan di manapun.

“Konektivitas yang hiper sepanjang waktu ini dapat memicu masalah kontrol impuls, peringatan dan pemberitahuan konstan yang dapat memengaruhi konsentrasi dan fokus Anda, mengganggu kualitas tidur, dan membuat Anda menjadi budak ponsel,” ujarnya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA:   Waspadai Pinjol Ilegal, Ini Ciri Khasnya

Platform media sosial,  kata Clara, dirancang untuk menarik perhatian, membuat penggunanya tetap online, dan membujuk penggunanya agar berulang kali memeriksa layar dengan notifikasi-notifikasinya. Namun, sama seperti keterpaksaan judi atau kecanduan nikotin, alkohol, atau obat-obatan, penggunaan media sosial dapat menciptakan keinginan psikologis.

“Saat Anda menerima reaksi positif terhadap sebuah postingan yang Anda unggah, hal itu dapat memicu pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang memberikan sensasi kesenangan,” ujar dia.

Menurut Clara, hal ini jika dibiarkan berlarut-larut ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan mental. “Karena pada akhirnya Anda akan menggantungkan banyak aspek dalam diri Anda terhadap penilaian melalui media sosial yang semu dan gampang diubah-ubah.”

BACA JUGA:   Pemuda Sampang Diharap Ekspansi Ke Ekonomi Digital

Penggunaan media sosial di masyarakat sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi orang dewasa muda, remaja, dan anak-anak. Apalagi, sejak Pandemi Covid-19, sebagian besar orang mulai melakukan aktivitasnya dari rumah dan mengandalkan media sosial serta jaringan internet sebagai perantara penghubung ke dunia luar. Media sosial lantas menjadi sarana penghibur dan bertukar kabar yang paling utama antarsesama.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Perubahan Interaksi Sosial di Era Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).