Kartu ATM Tertelan, Jangan Panik dan Lakukan Hal Ini

Thursday, 05 August 21 Venue

Saat ini, banyak aksi penipuan yang merugikan nasabah perbankan melalui modus berpura-pura sebagai petugas call center bank. Penipuan call center palsu ini banyak menyasar kejadian kartu ATM yang tertahan ‘stuck’ dan tertelan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Strategi modus penipuan secara umum ialah penipu menempelkan nomor call center PALSU di mesin ATM yang ditandai. Nomor call center yang ASLI sengaja ditumpuk dengan yang PALSU.

“Pastinya tak banyak masyarakat yang sadar karena hal seperti ini telah direncanakan dengan matang oleh penipu,”kata Ellangga Seta, CEO PT. Indokonten Sukses Makmur & Komisaris CV. Ayajasa Kirana Makmur, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/8/2021).

Menurut dia, sasaran penipu umumnya adalah masyarakat yang panik apabila kartu ATM-nya tertelan, sehingga refleks akan menghubungi nomor call center palsu yang tertera di mesin ATM. “Penipu sengaja memasang jebakan berupa ganjalan di mulut ATM dengan biji plastik yang dimodifikasi sehingga mulut ATM dapat menahan kartu yang masuk. Akibatnya, kartu ATM tidak bisa masuk secara full dan tidak bisa pula keluar karena terganjal.”

BACA JUGA:   Sukses Bisnis Jualan Online

Dia menambahkan, “otomatis korban menjadi panik dan menghubungi nomor call center palsu yang telah ditempel pada mesin ATM. Korban pun melaporkan kartu ATM-nya tersangkut atau tertelan ke nomor tersebut, dan hendak memblokir kartunya,” ujar Ellangga.

Penipu yang berpura-pura sebagai orang dari pihak call center meminta data-data bank yang bersifat pribadi sebagai syarat pelaporan. Data yang diminta antara lain nomor kartu ATM dan PIN ATM.

“Selepas korban pergi, penipu beraksi menguras semua uang di rekening korban dengan cara mentransfer ke rekening penampung hingga tarik tunai. Korban pun tersadar bahwa ia tertipu setelah uang di rekeningnya terkuras habis,” kata Ellangga.

Belajar dari kasus penipuan bermodus call center palsu ini, Ellangga pun meminta masyarakat lebih waspada ketika mengalami kejadian kartu ATM tertelan. Dia pun meminta masyarakat tidak perlu panik dan segera lakukan hal ini:

  • Hubungi Nomor Call Center Bank yang Asli.
BACA JUGA:   Pelaku UMKM Wajib Beradaptasi Ke Digital

Anda bisa melihat nomor telepon contact center atau call center bank yang ASLI melalui website bank. Apabila Anda melihat nomor call center berupa stiker di mesin ATM, pastikan cek dulu nomor tersebut dengan nomor call center bank yang tertera di website bank bersangkutan. Bila perlu, Anda bisa mencatat nomor contact center / call center bank di gawai agar mudah menghubungi bila diperlukan. Sebagai informasi, nomor call center bank juga tertera di belakang kartu debit dan kartu kredit. 

  • Jangan Berikan Informasi Data Pribadi.

Apabila kasusnya kartu ATM Anda terganjal (stuck) lalu otomatis tertelan oleh mesin ATM. Ketika Anda menghubungi call center bank dan dijawab oleh customer service bank yang bersangkutan, segera minta pihak bank memblokir kartu tersebut. Pihak bank akan mengajukan beberapa pertanyaan umum antara lain nama, alamat, nomor rekening, email, nomor HP dan nama ibu kandung. Pastikan Anda tidak memberikan informasi data perbankan yang sifatnya pribadi seperti PIN ATM, kode OTP, nomor CVV kartu kepada siapapun.

BACA JUGA:   Mengatasi Anak yang Kecanduan Gawai

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).