Kemampuan Digital Plus Norma, Kunci Berinteraksi Di Dunia Siber

Tuesday, 22 June 21 Venue

Kecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian.  Sebab, tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat acara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, (17/06/2021).

Annisa Junaidi, Co-Founder Oase Academy, mengatakan, etika dan norma yang berlaku di dunia nyata juga berlaku di dunia siber. Karena di dunia digital kita berinteraksi dengan orang banyak, bukan barang. Kehidupan dunia siber mencerminkan dunia nyata, karena itu harus menghargai waktu dan kuota orang lain.

BACA JUGA:   Menghindari Hal Buruk di Internet

“Selain itu, buat jejak digital yang baik, berbagi hal positif, tunjukkan kemampuan, hargai privasi orang lain, dan jadilah pemaaf,” paparnya.

Sebelum masuk ke dunia siber, pengguna harus memahami dan patuhi standar di media sosial, seperti tindak kekerasan dan kriminal, keamanan, dan konten yang menyinggung. Selain menjaga etika di dunia digital, kita harus mampu memiliki kemampuan digital.

Rahmad Widyo U, Pengurus Relawan TIK Indonesia Wilayah Kalimantan Barat, menjelaskan, digital skill adalah keterampilan dasar perangkat lunak dan perangkat keras serta penggunaannya.

Rahmad menambahkan, perangkat lunak terdiri dari program-program yang dirancang untuk membuat pengguna lebih produktif dan membantu tugas-tugas pribadi. Perangkat lunak bisnis adalah perangkat lunak atau sekumpulan program komputer yang digunakan pengguna bisnis untuk menjalankan berbagai fungsi bisnis.

BACA JUGA:   Pentingnya Memperdalam Ilmu Agama

“Aplikasi bisnis ini digunakan untuk meningkatkan produktivitas, mengukur produktivitas, dan menjalankan fungsi bisnis lainnya secara akurat,” katanya.

Software komputer adalah perangkat lunak elektronik yang canggih, dan akan terus berkembang, sehingga para ilmuwan pun belum menetapkan kapan berakhirnya teknologi ini dan akan terus mengembangkannya karena menurut para ilmuwan komputer masih banyak kekurangan.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Pentingnya Melek Hukum Penggunaan Media Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).