BerandaLiterasi DigitalKenali Ciri-Ciri Nomophobia

Kenali Ciri-Ciri Nomophobia

Published on

spot_img

Seseorang dikatakan sudah kecanduan gawai apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gawai, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable gaming device. Istilah untuk kondisi ini adalah nomophobia (no mobile phobia), yang berarti ketakutan untuk aktivitas sehari-hari tanpa smartphone maupun gawai.

“Ciri-ciri lain orang ketagihan gawai adalah asyik sendiri,” kata Dhoki Dhofiri, Dosen IAI NATA Sampang & Founder Dolovis, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (1/7/2021). Ciri lainnya, lanjut dia, yakni tidak semangat dan tidak fokus sewaktu belajar serta suka begadang dan susah tidur.

BACA JUGA:  Investasi Masa Depan Itu Bernama Budaya Digital

Orang yang sudah kecanduan gawai, kata Dhoki, mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami masalah kesehatan akibat terlalu sering menggunakan benda tersebut. Padahal, dampaknya tidak main-main. Kecanduan gawai bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri leher, sulit beraktivitas, kurang tidur, hingga penyakit tertentu.

Menurutnya, kecanduan gawai berkaitan erat dengan kecanduan internet. Hal ini karena kebanyakan tontonan, permainan (game), atau fitur menarik di gawai yang sering digunakan dapat dengan mudah diakses melalui internet. “Kecanduan gawai bisa menyebabkan efek euforia yang sama dengan perilaku kecanduan lainnya, seperti berjudi atau melihat tontonan pornografi,” ujar Dhoki.

BACA JUGA:  Kecanggihan Era Digital Bakal Sia-sia Jika Tidak Ada Ini

Dia menambahkan, kecanduan gawai dapat mengubah zat kimia otak yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan perilaku seseorang.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Penipuan Melalui WhatsApp, Begini Cara Antisipasinya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun Tipis pada Februari 2026, Wisnus dan Wisnas Ikut Melambat

Jakarta, Venuemagz.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),...

Masjid Ocean View Parangtritis Jogja, Destinasi Religi Estetik dengan Ruang Meeting dan Panorama Laut

Yogyakarta, Venuemagz.com - Kawasan selatan Yogyakarta kembali punya magnet baru yang ramai dibicarakan wisatawan....

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...

Kesuksesan Kolaborasi Ho Chi Minh City Tourism Festival dengan Grab

HO CHI MINH CITY, Vietnam, Venuemagz.com – Menyusul kesuksesan penyelenggaraan Ho Chi Minh City...

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun Tipis pada Februari 2026, Wisnus dan Wisnas Ikut Melambat

Jakarta, Venuemagz.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),...

Masjid Ocean View Parangtritis Jogja, Destinasi Religi Estetik dengan Ruang Meeting dan Panorama Laut

Yogyakarta, Venuemagz.com - Kawasan selatan Yogyakarta kembali punya magnet baru yang ramai dibicarakan wisatawan....

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...