Tips Membuka Bisnis Online Yang Selalu Dicari Orang

Monday, 28 June 21 Venue

Berbisnis atau membuka usaha dapat menghadirkan rasa percaya diri, kemandirian, eksistensi diri, dan tentu menambah penghasilan. Tentunya tak sekadar membuka bisnis begitu saja, ada landasan dasar yang harus diketahui.

Menurut Amiliyatus Salikha, Owner & Founder @marskha.daily dan @skinmelts.id, berbisnis secara online lebih fleksibel. Selain itu, bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun selama pemilik usaha mengetahui cara kerja dari bisnis online itu sendiri.

“Digital entrepreneur jauh lebih menghemat waktu. Misalnya, bisa dilakukan di luar kota, sambil tidur, atau urus anak. Di samping itu, bisnis online jauh lebih menghemat biaya karena tidak perlu sewa toko dan bisa memangkas biaya operasional,” ujar Amiliyatus dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (24/6/2021).

BACA JUGA:   Game Online, Bahayanya untuk Kesehatan

Lanjutnya, aktivitas jual beli dengan platform online atau marketplace lebih aman dibanding melalui media sosial. Keuntungan lain dalam membuka bisnis online adalah dapat memperluas jaringan dan mampu menjangkau pembeli dari luar pulau.

Amiliyatus menuturkan langkah-langkah membangun bisnis online dengan cara perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta kontrol dan evaluasi.

“Kalau bisa kita membuka bisnis di bidang yang tidak musiman. Setiap saat selalu dicari orang dan tahan lama,” tuturnya.

BACA JUGA:   Dampak Buruk Sindrom Nomophobia

Strategi pemasaran untuk membangun dan mengembangkan bisnis sangat diperlukan. Bermacam jenis pemasaran dapat menggunakan media digital. Pemilik bisnis dapat memanfaatkan fitur promosi yang ada pada e-commerce, seperti gratis ongkos kirim, diskon, cashback, bundling, serta ads. Pada akun media sosial bisnis, dapat digunakan sebagai tempat membuat konten, pengenalan produk, dan promosi.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Melindungi Anak dari Pornografi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).