Kunci Bertahan di Masa Pandemi

Monday, 18 October 21 Venue

Sejak Indonesia dan dunia mengalami kondisi Pandemi Covid-19, masyarakat harus beradaptasi dengan kehidupan yang lebih sering berada di rumah. Aktivitas seperti bekerja, belajar, belanja secara oline, serta transaksi keuangan dengan dompet digital merupakan beberapa kebiasaan baru yang sudah menjadi keseharian.

Di masa pandemi ini, menurut Lendy Yustena, Co-Founder GMC Group, banyak juga yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan bisnis di beberapa bidang. “Tapi satu kuncinya sekarang itu kreatif,” kata dia dalam webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Kamis (14/10/2021).

Kreatif, lanjut Lendy, bisa didapat dengan banyak mencoba hal baru. Metode kreatif yang dia sarankan adalah ATM, singkatan dari amati, tiru dan modifikasi. “Hal tersebut bisa membawa inspirasi untuk bertahan di masa pandemi. Namun hal pertama yang harus ditanamkan untuk bisa bertahan di masa pandemi  adalah pola pikir untuk bisa sukses,” tutur dia.

BACA JUGA:   Strategi Pemasaran Melalui Digital Marketing Framework

Selain itu, kesuksesan menurutnya saat ini tak selalu karena modal besar, namun networking atau jejaring teman. Sehingga sangat disarankan untuk memperbanyak jejaring dari media sosial, ikut komunitas, dan organisasi yang positif untuk bisa berkembang dan sukses.

Selanjutnya modal dari adaptasi juga keinginan untuk terus belajar, sebab dengan zaman yang serba dinamis semuanya beralih dengan sangat cepat. Selain itu kolaborasi, kemampuan bekerja sama juga sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini, sebab dua atau tiga ide akan bisa dieksekusi menjadi lebih baik.

BACA JUGA:   Media Sosial Tunjukkan Cermin Kepribadian

Dia pun mengingatkan, “skill yang kita miliki mungkin tidak relevan tiga hingga lima tahun ke depan, untuk itu perlu mengupdate kemampuan yang kita pelajari,” ujarnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Membuat Terobosan Pembelajaran Jarak Jauh

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).