Melindungi Anak di Ranah Daring

Friday, 08 October 21 Venue

Penggunaan gawai pada anak bisa berdampak positif, tetapi dengan penggunaan dan pengawasan yang benar dari orangtua. Peran terbesar dalam mencegah anak-anak bermain internet itu kata Siti Riskika, Dosen Keperawatan, ada di orangtua.

“Di samping itu ada peran guru dan teman,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021).

Riskika mengatakan, sejak pandemi anak-anak sering menggunakan gawai untuk sekolah online. Aktivitas mereka dengan gawai menjadi lebih intens. Mereka sesekali menggunakannya untuk bermain game dan mencari hiburan lain.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, anak-anak secara keseluruhan hampir menempati seperempat pengguna internet. “Sayangnya tidak semua konten bisa diakses oleh anak-anak, karena di internet juga terdapat konten negatif. Kita sebagai orangtua harus menjaga anak kita termasuk saat menggunakan internet,” kata dia.

BACA JUGA:   Empat Keuntungan Berbelanja Online

Ketika anak bisa memanfaatkan internet dengan baik, kata dia,  maka berpotensi untuk mengembangkan keterampilan yang mereka miliki dan belajar hal baru melalui media sosial.

Sementara itu, yang dikhawatirkan orangtua terjadi pada anak-anak ialah cyberbullying, ujaran kebencian, kekerasan daring, persekusi online, konten radikal, penipuan daring, hoaks, pornografi, dan pencurian data. Saat orangtua memberikan akses, orangtua harus punya pengawasan penuh pada anak saat menggunakan internet.

BACA JUGA:   Pentingnya Memperdalam Ilmu Agama

“Urgent sekali kita sebagai orangtua melindungi anak di ranah daring,” kata Riskika. Karena perkembangan informasi yang cepat, kemudahan mengakses informasi dan komunikasi, dan kurangnya kecakapan untuk membedakan hal baik dan buruk.

Untuk itu, lanjut dia, sebagai orangtua harus mengetahui aplikasi apa saja yang akan membawa dampak positif dan sesuai dengan usia anak, mengerti media sosial anak, mendampingi anak saat bermain di dunia digital, memonitar aktivitas anak, menggunakan gawai bersama. “Tidak lupa untuk tetap mengajak anak beraktivitas secara langsung,” ujar Riskika.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Ini Alasan Google Harus Dimanfaatkan Semaksimal Mungkin

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).