Pencurian Data Pribadi, Ini Bahayanya

Friday, 17 September 21 Venue

Jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun terus meningkat, banyak orang yang belum tahu betul bahaya pencurian data. Apalagi bagi yang membuka akun di beberapa tempat dengan informasi kartu debit atau kredit di dalamnya.

“Anda dituntut untuk lebih waspada lagi!” kata Ahmad Suhaimi, Founder Tasawwuf Institute, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).

Menurut dia, pencurian data pengguna ini bisa memberikan banyak dampak negatif bagi pengguna. Jenis kerugiannya pun tergantung dari data apa yang dicuri.

“Ada beberapa jenis data yang sering menjadi sasaran empuk pencurian, yaitu nama, no KTP, nomor ponsel, alamat email, dan lainnya. Jika jatuh ke orang yang salah, informasi credential ini dapat digunakan untuk mengambil One Time Password atau membobol sandi kita,” kata dia.

BACA JUGA:   Agar Data Pribadi Tidak Diretas

Setelah bocor, kata dia, bisa kehilangan kendali pada akun-akun, seperti akun e-commerce, media sosial (medsos), dompet digital, email, dan lainnya. “Ada satu contoh kasus sederhana yang sering terjadi di medsos. Jika Anda tanpa sengaja mengklik tautan yang tidak jelas pengirimnya, tiba-tiba akun medsos Anda dapat mengirim pesan spam ke orang lain tanpa sepengetahuan Anda,” katanya.

Pada kasus yang lebih parah, kata dia, data diri ini dapat digunakan untuk melakukan penipuan. “Andaikata akses ke email atau nomor ponsel berhasil dicuri, penjahat siber dapat menghubungi teman-teman atau keluarga Anda,” ujar Suhaimi.

BACA JUGA:   Banyak Peminat, Ini Kelebihan Trading Forex

“Nantinya, mereka dapat berpura-pura sebagai Anda dapat meminta uang karena mengalami kecelakaan atau sedang bermasalah dengan polisi,” tambah dia.

Lebih berbahaya lagi, lanjut Suhaimi, jika mereka memiliki akses ke akun e-commerce atau dompet digital seseorang karena saldo dapat dicuri. “Nah, mengingat betapa berbahayanya pencurian data ini, tidak ada salahnya untuk lebih waspada. Dengan lebih waspada, Anda akan terhindar dari ancaman penipuan dan pencurian.”

Dia menambahkan, “terpenting, saat kita menerima pesan SMS memenangkan undian ataupun penawaran pinjaman online, jangan langsung mengklik tautan tersebut. Takutnya, pesan tersebut adalah suatu modus penipuan ataupun pencurian data diri.”

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Lima Ciri Online Shop Palsu di Instagram

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).