Memulai Bisnis Dengan Rasa Optimistis

Thursday, 16 September 21 Venue

Kita bisa memulai bisnis dengan rasa optimistis. Ditambah dukungan dari perkembangan teknologi digital yang memberikan beragam kemudahan, memulai bisnis dilakukan dengan learning by doing.

“Bisnis dengan rasa optimistis itu penting karena dalam menjalankannya butuh energi besar,” kata Ratna Winahyu Utami atau Wina seorang Produser dan Penyiar Radio Kosmonita Malang, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

Dia melanjutkan, “pertanyaan mengenai siapa, produk apa, dan bagaimana cara berjualan sering muncul dengan rasa pesimistis,” ujar dia.

Menurut Wina, kita bisa menulis siapa saja target pasarnya, menentukan produk yang pantas menurut kita, dan mencari cara juga tempat untuk berjualan. “Pertanyaan tersebut harus diubah menjadi pertanyaan positif. Seringkali patokan kita ialah orang sukses dengan omzet ratusan juta bahkan lebih. Padahal, mereka yang sukses pun memulainya dengan usaha kecil.”

BACA JUGA:   Tips Penting Menjadi Kreator Konten Berkualitas

Dia menuturkan, pilihlah bisnis yang bisa memberikan solusi dari suatu permasalahan. Solusi tersebut bisa dilihat dari hal-hal kecil di kehidupan kita. “Setiap pebisnis pun boleh merencanakan secara matang atau dilakukan secara spontan, keduanya boleh dilakukan dan memiliki risiko masing-masing. Kemudian, mengunggah konten jualan sesegera mungkin saat kita siap,” tutur Wina.

Wina mengatakan, saat ini berbisnis online bukanlah hal yang baru. Dengan berbisnis online kita bisa mengerjakan dari manapun, mengandalkan media sosial, hemat tenaga kerja, menjangkau konsumen lebih luas, dan membutuhkan konten promosi. Sementara, bisnis offline memerlukan lokasi, tenaga kerja, konsumennya terbatas, dan tetap memerlukan media sosial sebagai platform promosi.

BACA JUGA:   Profesi Online Marketing, Makin Banyak Yang Cari

“Jumlah follower tidak menentukan omzet penjualan karena media sosial itu dinamis. Fokuskan pada kualitas produk dan pelayanan yang baik,” ujar dia.

Menurut Wina, engagement, followers, algoritma, share, like, save, comment, dan subscribe akan mengikuti seiring tingginya kualitas produk dan pelayanan pada suatu bisnis online. Dia juga mengatakan, konten dan aktivitas jual beli harus bersinergi karena akan menjadi acuan pembeli baru. “Untuk itu, kita perlu rutin mem-posting konten di media sosial dengan terjadwal.”

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Etika Berinteraksi di Media Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).