Memahami Pentingnya Digital Empathy

Thursday, 16 September 21 Venue

Orangtua harus dapat berpikir kritis dan memahami pentingnya digital empathy, yakni pendekatan holistik untuk mengajar dan meneliti literasi digital dengan memadukan aspek kognitif, emosi, sosial, dan moral literasi digital dan dunia digital.

“Mendidik dan mengasuh anak merupakan tugas dan tanggung jawab kolektif semua kalangan, yaitu negara, pemerintah, guru, orangtua, dan individu,” ujar Dr. Aliwafa, Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

Tugas untuk mendidik anak-anak, lanjut dia, berupa mempersiapkan dan membekali generasi milenial di dalam kehidupan sosial dengan merujuk kepada etika, norma dan kearifan baik itu yang bersifat lokal maupun universal.

BACA JUGA:   Bahasa Indonesia Terkikis Di Media Sosial

Menurut dia terdapat beberapa tips untuk melatih anak berempati. “Adapun kiat-kiat tersebut seperti dengan mengajarkan anak mengenali dan mengelola emosi, memposisikan diri anak sebagai orang lain, memberikan contoh berempati.”

Tips lainnya, lanjut dia, yaitu mengajari anak kesopanan, melibatkan anak dalam kegiatan sosial, memperkenalkan peran orang lain dalam hidupnya, memberikan pujian dan menjadi contoh bagi anak dalam bermedia sosial.

Aliwafa mengatakan, tidak bisa dipungkiri, kehidupan anak-anak masa kini telah diambil alih oleh perangkat digital dan akses internet. “Anak memang perlu dibekali dengan teknologi, sehingga akses ilmu pengetahuan dan informasi lebih mudah. Namun, juga perlu selalu mengawasi agar si anak berkembang dengan konten yang tepat,” ujar dia.

BACA JUGA:   Menciptakan Jejak Digital Positif

Tantangan terbesar pengasuhan dan pendidikan anak zaman now, menurut dia, adalah ancaman konten negatif dari internet, seperti pornografi, fitnah, konten yang merugikan masyarakat, penipuan, perjudian, hoaks, sampai SARA.

Untuk mengatasi tantangan dan permasalahan konten negatif yang dihadapi anak zaman now, kata Aliwafa diperlukan adanya literasi digital. “Literasi digital berupa kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh dan mengakses informasi, serta mencari maupun mengaplikasikan solusi atas permasalahan yang dihadapi,” katanya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Kala Masyarakat Tergantung dengan Media Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).