Sebagai negara pengguna aktif internet dengan jumlah yang tidak sedikit, hampir seluruh anak dan remaja Indonesia menjadi pengguna internet. Menurut Olpie Puspitasari, News Presenter JTV, internet memiliki dampak positif dalam meningkatkan konektivitas, namun penyalahgunaan internet juga dapat menimbulkan dampak negatif.
“Salah satu dari dampak negatif itu adalah timbulnya kekerasan pada anak,” ujar Olpie, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (22/11/2021).
Olpie mengatakan, untuk menangkal dampak negatif tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, di antaranya:
- Pikirkan dulu sebelum menerima sebuah permintaan
Cek dulu profil orang yang mengirimkan permintaan teman dan cari tahu siapa mereka. Ingat, ada orang yang suka berpura-pura menjadi orang lain, dan terkadang sulit untuk tahu apakah mereka berkata jujur atau tidak. Jangan merasa tertekan untuk menerima permintaan teman dari orang yang tidak dikenal. Periksa kembali pengaturan privasi agar orang yang tidak dikenal tidak bisa mendapatkan informasi yang kamu tidak ingin mereka tahu.
- Pikirkan dulu sebelum mengirimkan sesuatu
Hal yang kamu anggap sebagai lelucon bisa jadi menyakitkan bagi orang lain. Pikirkan baik-baik sebelum menekan tombol ‘kirim’, terutama ketika sedang marah atau kesal. Begitu membagikan pesan, foto, atau video, sulit untuk mengontrol apa yang terjadi selanjutnya. Menghapus postingan hampir tidak mungkin. Dan ingatlah, kamu memiliki hak atas privasi -dan begitu pula orang lain. Kita tidak dianjurkan untuk masuk ke dalam akun orang lain atau menggunakan ponsel mereka tanpa izin.
- Pikirkan dulu sebelum membagikan sesuatu
Kamu bisa mengubah pengaturan privasi di akun media sosialmu untuk mengontrol siapa yang dapat melihat informasimu -termasuk tempat-tempat yang pernah kamu datangi. Pikirkan baik-baik apa yang dibagikan, dengan siapa saja. Jangan membagikan informasi pribadi, seperti alamat, nomor telepon, atau data bank. Dan pastikan jangan membagikan kata sandi kepada siapapun. Jika pengaturan privasimu tidak aman, siapapun bisa melihat informasimu.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).






