Dalam sesi Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Timur, Kabupaten Tulungagung, (11/6/2021), Muh NurFajar Muharom, Relawan TIK Indonesia, Diksi Kreasi, mengungkapkan bahwa nilai budaya juga harus diterapkan meski di dunia digital. Dunia digital dan nyata sebenarnya tidak jauh berbeda karenanya dibutuhkan kecakapan.
“Untuk itu masyarakat diperlukan adaptasi yang cepat dari offline ke online dengan meningkatkan skill dalam berdigital sehingga tidak kaget dengan perubahan. Di Indonesia banyak contoh kasus masyarakat kaget akan perubahan itu, seperti banyak kasus orang membeli barang di e-commerce dengan melakukan pembayaran secara cash on delivery, namun tidak mau membayar,” paparnya.
“Berbekal pengetahuan budaya digital ini kita bisa bikin konten apa saja dengan ide dan bakat yang kita punya. Karena ruang digital meski dapat bergerak bebas tapi juga bisa berbahaya. Karenanya ada beberapa batasan yang harus kita ketahui untuk berlayar di dalamnya. Peretasan identitas bisa merugikan citra, jejak digital atau bahkan keuangan kita,” katanya.
Webinar Literasi Digital Nasional 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi ini juga menghadirkan pembicara lain, seperti Istia Budi yang membawa tema internet, media sosial dan literasi digital, serta Adi Syafitrah dengan materi presentasi hoaks dan antisipasinya.
Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





