BerandaLiterasi DigitalMengubah Pola Pikir Untuk Beradaptasi Di Dunia Digital

Mengubah Pola Pikir Untuk Beradaptasi Di Dunia Digital

Published on

spot_img

Budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital. Pasalnya, penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Loina Lalolo Krina Perangin-angin SGU, MAFINDO, Tular Nalar, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, (11/6/2021).

“Orang yang dapat bertahan bukan yang paling kuat atau pintar, tapi yang bisa beradaptasi,” ujar Loina.

Loina menambahkan, tantangan-tantangan yang dihadapi dalam budaya bermedia digital antara lain mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, menghilangnya budaya Indonesia, media digital menjadi panggung budaya asing, dominasi nilai dan produk budaya asing, berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan, menghilangnya batas-batas privasi, dan pelanggaran hak cipta dan karya intelektual.

BACA JUGA:  Mempromosikan Budaya Indonesia Melalui Teknologi Digital

Loina mengatakan, tantangan itu harus dihadapi agar tidak terjadi dampak negatif dari budaya bermedia digital, seperti perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, atau provokasi yang mengarah pada segregasi sosial (perpecahan/polarisasi) di ruang digital.

“Serta tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan pelanggaran privasi di ruang digital dan tidak mampu membedakan misinformasi, disinformasi, dan malinformasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mengenalkan Internet Positif Kepada Anak

Webinar Literasi Digital Nasional 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi ini juga menghadirkan pembicara lain, seperti Bentang Febrylian (Pemeriksa Fakta Senior Mafindo), Erik Gafar (ICT Watch), dan Puspo Galih (Relawan TIK Kalimantan Barat).

Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Dampak Ekstrem Cyberbullying

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Destination Convention Malaysia Menyatukan Seluruh Infrastruktur MICE di Malaysia

Malaysia, Venuemagz.com – Marriott International berkolaborasi dengan biro-biro konvensi di Malaysia untuk menjadikan Malaysia...

Perjalanan Insentif Menjelajah Sunda Kecil Menggunakan Motor

Bali, Venuemagz.com – Bali Moto Adventures memperkenalkan program khusus bagi tour operator dan mitra...

Perpaduan Hospitality dan Anggar: Cara Unik Merlynn Park Hotel Jakarta Rayakan Haornas

Jakarta, Venuemagz.com - Merlynn Park Hotel Jakarta kembali berpartisipasi dalam perayaan Hari Olahraga Nasional...

Gunakan Hall Baru JIExpo, IEE Series–Engineering Week Hadir dengan Delapan Pameran Sekaligus 

Jakarta, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series...

Destination Convention Malaysia Menyatukan Seluruh Infrastruktur MICE di Malaysia

Malaysia, Venuemagz.com – Marriott International berkolaborasi dengan biro-biro konvensi di Malaysia untuk menjadikan Malaysia...

Perjalanan Insentif Menjelajah Sunda Kecil Menggunakan Motor

Bali, Venuemagz.com – Bali Moto Adventures memperkenalkan program khusus bagi tour operator dan mitra...

Perpaduan Hospitality dan Anggar: Cara Unik Merlynn Park Hotel Jakarta Rayakan Haornas

Jakarta, Venuemagz.com - Merlynn Park Hotel Jakarta kembali berpartisipasi dalam perayaan Hari Olahraga Nasional...