Sedang Tren, Ini Keuntungan Gunakan PayLater

Tuesday, 06 July 21 Venue
ilustrasi belanja online digital virtual

Platform PayLater belakangan ini tengah menjadi tren. Sejumlah perusahaan bahkan berlomba-lomba mempromosikan kemudahan untuk fasilitas ‘beli sekarang bayar belakangan’ yang dapat dipakai untuk traveling, pembelian makanan, transportasi, hingga produk konsumsi lainnya.

Menurut Shahril Shah Putra Aziz, Business Development Online & Former Patner Growth Lead at Midtrans (Gojek Group), fitur PayLater memberikan keuntungan bagi para penggunanya. “Bisa dibilang fitur PayLater jauh lebih praktis, syarat ringan, pendaftaran dan pengaktifannya lebih cepat ketimbang kartu kredit,” katanya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (5/7/2021).

Paylater, kata Shahril, bisa menjadi alternatif baru untuk transaksi guna mendapatkan dana pinjaman lebih cepat. “Semisal kamu ingin berlibur, dan melihat harga tiket promo, kamu bisa langsung beli dengan bayar pakai PayLater.”

BACA JUGA:   Jangan Posting Hal Ini di Media Sosial

Sementara dari cicilan, lanjut dia, terdapat variasi. Fitur PayLater di beberapa e-commerce dan e-wallet memberikan pilihan tenor cicilan bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga satu tahun. “Ini artinya, kamu bisa menentukan atau mengaktifkan fitur ‘PayLater’ sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, Traveloka, OVO dan Kredivo bisa menjadi pilihanmu sebab mereka menyediakan fitur pembayaran PayLater dengan tenor pendek yang yaitu mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan.”

Tak hanya itu, menurut Shahril terdapat promo menarik sehingga banyak orang tergiur menggunakan fitur ini. Semakin populer dan pesatnya perkembangan fitur PayLater, banyak e-commerce berlomba-lomba memberikan promo khusus jika pengguna memilih metode pembayaran PayLater saat check out belanjaan.

“Ada promo cashback hingga potongan harga ‘spesial’ yang biasanya terletak pada penjualan produk yang populer jika pembeli mau membayar menggunakan fitur PayLater yang ada pada e-commerce atau aplikasi online tersebut.

BACA JUGA:   Menghadapi Kesenjangan Transformasi Digital

Perkembangan PayLater di Indonesia tidak lepas dari tren belanja online saat ini, dimana menurut data Fintech Report 2020 lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia sudah melek digital dimana 72,5% paham adanya fitur PayLater. Fitur ini erat kaitnya dengan marketplace dimana data fintech report 2020 menunjukan kalau pengguna PayLater paling banyak digunakan di Shoope, Gojek, OVO, Tokopedia, Traveloka, dan lain-lain.

Pada masa Pandemi Covid-19,  fitur ini berkembang disebabkan lebih dari 60% orang menganggap mengunakan PayLater karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menghemat waktu, dan juga merupakan alternatif jasa keuangan. “Layanan ini tentunya memudahkan konsumen, namun jika kamu tidak berhati-hati, lilitan utang bakal menghantui,” kata dia.

BACA JUGA:   Asyiknya Menikmati Alam Tanpa Bawa Gawai

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).