Menjaga Keamanan Data Pribadi di Internet

Saturday, 17 July 21 Venue

Beberapa waktu lalu terjadi kebocoran data pengguna di e-commerce Indonesia yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Masih banyak website-website lain yang mengalami pencurian yang sama seperti Canva, Netflix, Wattpad, bahkan Facebook.

“Beredar kabar bahwa data-data pengguna tersebut diperjual belikan melalui darkweb. Apapun motif pencurian datanya, tentunya akan sangat berdampak buruk untuk kita. Untuk itu kita wajib menjaga keamanan data masing-masing,” ujar Fikri Mohammad Hakim, Senior Manager Safety Garuda Indonesia, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (15/7/2021),

BACA JUGA:   Meminimalkan Dampak Negatif Internet Pada Anak

Era digital saat ini, kata dia, hampir seluruh data pribadi dapat diinput dan diakses secara online. Hal ini menjadikan data pribadi rentan akan pencurian data. Menurutnya, data memiliki nilai ekonomi hingga pertahanan dan keamanan negeri.

Bahaya penyalahgunaan data, lanjut Fikri, bisa merusak sistem ekonomi, misalnya penjebolan akun bank pribadi hingga jebolnya sistem perbankan. Beberapa tips agar data tetap aman yaitu gunakan password yang lebih rumit namun mudah diingat, ganti password secara rutin berkala, memakai keamanan berlapis dengan 2FA (Factor Authentification), dan hindari website internet yang penuh risiko.

BACA JUGA:   Kabar Bohong Marak Mewarnai Ruang Digital

“Jika dibandingkan dengan 10-15 tahun lalu, kini banyak software yang dapat digunakan untuk mengamankan data diri, namun aplikasi tersebut juga dapat menjadi bumerang bagi penggunanya dengan mencuri data para penggunanya,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Perencanaan Cermat Saat Anak Gunakan Internet

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).