BerandaLiterasi DigitalPengaruh Besar Jejak Digital

Pengaruh Besar Jejak Digital

Published on

spot_img

Tak sedikit pengguna media sosial yang tidak mengetahui aturan penggunaan media sosial. Sehingga mereka juga tak menyadari konsekuensi yang muncul dari penggunaan salah satu produk kemajuan teknologi tersebut.

“Padahal, jejak digital menjadi hal yang sangat sulit untuk dihilangkan, termasuk dengan posting-an, foto, kata-kata, atau video yang melibatkan orang tersebut,” kata Ratna Winahyu Utami, Produser dan Penyiar Radio Kosmonita Malang, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (2/8/2021).

BACA JUGA:  Menghindari Kebobolan Pencurian Data

Menurut dia, bahkan saat ini berbagai instansi pendidikan atau perusahaan mempertimbangkan jejak digital tersebut sebagai syarat untuk menerima siswa atau karyawan. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah, mulai sekarang, coba cari jejak digital Anda dan berusahalah untuk menghapus jejak digital tersebut yang menurut Anda buruk.

“Meskipun hal tersebut mungkin tidak mudah, namun pengguna media sosial yang memiliki jejak digital buruk bisa mengusahakan agar data buruk tersebut bisa terhapus,” ujarnya.

BACA JUGA:  Langkah Sederhana Amankan Akun dan Data

Pasalnya, jejak digital ini membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan di zaman perkembangan teknologi saat ini. “Apapun yang kita lakukan adalah brand ambassador-nya kita. Jadi ada brand image kita di sana. Jadi apapun yang kita lakukan itu akan jadi brand kita. Orang akan kenal kita, tahu kita, dan akan punya satu labeling tentang kita melalui jejak digital yang kita punya,” jelasnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Strategi Branding Melalui Media Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Wajah Baru ARTOTEL Harmoni Jakarta Padukan Seni Peranakan dan  Gaya Hidup Urban 

Jakarta, Venuemagz.com - ARTOTEL Harmoni Jakarta sukses menggelar grand launching pada tanggal 23 Oktober...

Genjot Daya Saing Global, Kemenekraf Rilis Tiga Terobosan Baru dalam WCCE 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam...

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...

IIMS Garage Balikpapan 2026 Tutup Gelaran dengan Capaian Positif dan Lonjakan Pengunjung 

Balikpapan, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali sukses menggelar Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage...

Wajah Baru ARTOTEL Harmoni Jakarta Padukan Seni Peranakan dan  Gaya Hidup Urban 

Jakarta, Venuemagz.com - ARTOTEL Harmoni Jakarta sukses menggelar grand launching pada tanggal 23 Oktober...

Genjot Daya Saing Global, Kemenekraf Rilis Tiga Terobosan Baru dalam WCCE 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam...

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...