Promosi Pariwisata Perlu Terobosan

Tuesday, 03 August 21 Venue

Promosi pariwisata pada saat ini memerlukan terobosan melalui internet atau media sosial, yang dikenal istilah komunikasi atau promosi digital. Hal itu dikatakan Fita Okta Fiana, Key Opinion Leader & Duta Wisata Bondowoso 2019, dalam Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (2/8/2021)

Menurutnya, di era digital ini promosi pariwisata memang tidak cukup hanya dilakukan melalui media konvensional. Perlu ada terobosan untuk promosi potensi pariwisata memanfaatkan berbagai aplikasi media sosial yang ada. Pada saat ini, ada beragam aplikasi media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat promosi pariwisata.

Misalkan saja, website, Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, dan berbagai aplikasi media sosial lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola objek wisata.

BACA JUGA:   Ragam Penipuan Online di Sektor Jasa Keuangan

Fita mengatakan, media digital relatif lebih murah, namun bersifat masif. Media sosial juga sangat menarik dan interaktif. Serta terpenting, para pemangku kepentingan dapat mengetahui respons, minat, dan motif wisatawan. “Semua itu dapat diketahui melalui dialog atau diskusi pengunjung web, anggota, atau pengikut akun media sosial suatu destinasi wisata.”

Apalagi, lanjut dia, saat ini wisatawan cenderung mencari informasi lewat internet atau media sosial karena lebih mudah, murah, cepat, dan kredibel. “Contohnya, pada saat ini banyak reservasi hotel, restoran, atau perjalanan yang dilakukan secara dalam jaringan.”

BACA JUGA:   Arahkan Anak Gunakan Internet Sehat

Menurut Fita, hal tersebut, merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di bidang pariwisata. “Sudah saatnya pemerintah daerah menangkap kecenderungan perubahan orientasi wisatawan dalam mencari informasi wisata ini,” katanya.

Dia juga menambahkan, konten promosi juga perlu mendapatkan perhatian. Misalkan, fokus mengangkat keunikan suatu daerah. “Tonjolkan keunikan khas daerah masing-masing, agar wisatawan tidak jenuh berkunjung ke satu daerah yang memiliki atraksi sama dengan daerah lain. Daya tarik wisata sebaiknya yang memiliki keunikan yang khas daerah masing-masing,” katanya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Membangun Literasi Digital Dalam Bidang Pendidikan

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).