Penyalahgunaan Data Pribadi di Internet, Begini Cara Melindunginya

Monday, 18 October 21 Venue

Gangguan spam dan keamanan data pribadi di Indonesia termasuk tinggi. Martha Mariskha, Digital Banking Legal Counsel DBS Indonesia menuturkan, terdapat 1.504 kasus penipuan e-commerce dan perbankan digital di tahun 2019 berdasarkan catatan pkpberdikari.

Sementara itu, sebanyak 1.404 kasus merupakan kasus penipuan online dan 103 kasus peretasan email. Ada pula 8.389 pengaduan iklan via email tanpa persetujuan dan 5.000 aduan lebih penyalahgunaan data pribadi ke LBH. Laporan masyarakat sepanjang setahun di akhir Setember 2020 melalui portal Patrolisiber mencapai 8.542 total aduan, dengan total kerugian Rp 77,65 milyar.

“Aktivitas online semakin tinggi selama masa pandemi, tentunya jumlah kasus juga bisa meningkat,” kata dia dalam webinar Literasi Digital wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, pada Jum’at (15/10/2021).

BACA JUGA:   Strategi Pemasaran Bisnis Online

Martha mengatakan, ada beberapa cara melindungi data pribadi yaitu selalu berhati-hati saat memberikan data pribadi, dengan memastikan pihak yang menerima data bisa dipercaya. Hindari klik situs dan link yang mencurigakan, serta tidak mengupload data sensitif di media sosial.

“Jangan lupa atur fitur-fitur keamanan seperti penggunaan password yang aman dan sulit ditebak dan jangan menggunakan satu password untuk semua akun,” kata dia. Martha menambahkan, gunakan Identifikasi Dua Faktor, yang disediakan oleh berbagai platform. Biasakan mengunduh aplikasi di situs resmi yang terpercaya.

BACA JUGA:   Penipuan Digital Beragam, Simpan Informasi Pribadi Rapat-Rapat

Selain itu, lanjut Martha, rutin lakukan update sistem atau aplikasi. Jangan bagikan kode OTP, serta log out setelah mengakses situs atau aplikasi terutama jika menggunakan internet publik. “Bila terjadi kebocoran data akun di internet segera lapor ke pihak terkait atau ke patrolisiber.id.” kata dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Benteng Penangkal Paham Radikalisme, Terorisme, dan Separatisme

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).