BerandaLiterasi DigitalPenyebab dan Gejala Kecanduan Pornografi

Penyebab dan Gejala Kecanduan Pornografi

Published on

spot_img
spot_img

Kecanduan pornografi adalah topik kontroversial hingga membuat orang enggan membicarakannya. Yang dimaksud kecanduan poronografi, kata H.M. Sabiq Alhadi, Dosen STEBI Sidogiri Pasuruan dan Universitas NU Blitar, adalah konsumsi pornografi (konten erotis) secara kompulsif hingga mengganggu pekerjaan, merusak hubungan, dan menghasilkan konsekuensi negatif.

Sabiq mengatakan, pada awalnya, seseorang mungkin hanya menikmati kesibukan yang diberikan dari menonton, dan kebutuhan hasrat, tetapi pada saat tahu itu sudah cukup, seseorang mungkin menganggap konten pornografi menjadi bagian dari rutinitas harian.

“Begitulah cara setiap kecanduan menyerang dan membahayakan kesejahteraan seseorang. Keberadaan kecanduan pornografi menjadi kompleks dan bermasalah,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (18/10/2021).

BACA JUGA:  Jangan Sampai Teknologi Menjadi Bumerang

Sabiq menuturkan terdapat beberapa penyebab seseorang bisa kecanduan pornografi, di antaranya:

  • Tekanan psikologis.
  • Mengalami masalah hubungan.
  • Norma yang tidak sehat, seperti dorongan mengetahui bagaimana orang harus terlihat dan berperilaku saat berhubungan seks, siapa yang menikmati apa, jenis seks yang dapat dilakukan, dan norma serupa.
  • Penyebab biologis seperti perubahan kimia otak ketika seseorang melihat film porno.

“Menonton film porno hanya karena menyukainya bukan berarti bisa dikategorikan kecanduan,” kata dia. Menurutnya, terdapat beberapa tanda atau gejala orang yang kecanduan pornografi, yaitu:

  • Ketika tidak dapat bertahan sehari tanpa menonton film porno dan cenderung mengambil risiko, seperti menontonnya saat bekerja.
  • Saat merasa kehidupan seks kurang memuaskan.
  • Mengabaikan tanggung jawab yang lain untuk melihat pornografi.
  • Merasa frustrasi atau malu setelah melihatnya, tetapi masih tidak bisa menahan hasrat.
  • Menghabiskan banyak uang untuk melihat konten erotis.
  • Menjadikannya media untuk mengatasi kesedihan, kecemasan, insomnia, atau masalah kesehatan mental lainnya.
BACA JUGA:  Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img
spot_img

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...

The Sakinah Hadir di The Tribrata, Wedding Showcase Tak Sekadar Vendor Pernikahan

JAKARTA, Venuemagz.com — Memilih vendor pernikahan sering kali menjadi bagian paling menyita perhatian bagi...

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...