Perubahan Interaksi Sosial di Era Digital

Wednesday, 14 July 21 Venue

Era digital menyatukan sesuatu yang berbeda dengan bermodalkan internet yang mudah dan praktis. Era digital memberikan dampak positif seperti meningkatkan efektivitas dan efisiensi manusia dalam memperoleh dan mendapatkan informasi. Kemudian, memudahkan interaksi tanpa terbatas ruang dan waktu. Akan tetapi, juga memberikan dampak negatif, salah satunya berkurangnya interaksi sosial manusia di dunia nyata.

“Contohnya anak dan orangtua yang sedang berada dalam satu rumah berkomunikasi lewat telepon, padahal keduanya sama-sama berada di rumah dan memilih untuk tidak melakukan interaksi secara langsung,” kata Dini Noor Aini, Dosen FISIP Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, dalam interaksi sosial terdapat proses di mana orang-orang berkomunikasi, tetapi juga saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan, sehingga yang diharapkan ada pemahaman yang sama. “Interaksi sosial seringkali menjadi unsur utama dalam proses sosial. Jadi, inilah yang menjadi poin utama dari definisi interaksi sosial,” ujar dia.

BACA JUGA:   Kala Teknologi Tak Didasari Etika

Interaksi sosial menjadi faktor utama dalam kehidupan. Dalam artian, tidak ada yang disebut sebagai kehidupan apabila tidak ada interaksi sosial. Interaksi sosial ini terjadi apabila dua orang bertemu, bertegur sapa, berjabat tangan, saling berbicara, dan sebagainya.

Syarat interaksi sosial yang dipaparkan oleh Dini Noor meliputi adanya kontak sosial dan komunikasi. Dalam interaksi sosial juga dibutuhkan pemahaman yang sama. Kontak sosial yang terjadi pun antar individu, antar kelompok, atau pun individu dengan kelompok.

Revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi membawa perubahan sosial dalam proses interaksi. Perubahan ini meliputi berbagai aspek kehidupan dan sebagian besar didukung oleh masyarakat. Perubahan ini juga mempengaruhi perilaku kita.

BACA JUGA:   Tips Membuka Bisnis Online Yang Selalu Dicari Orang

“Perubahan sosial yang dimaksud adalah yang terjadi dalam masyarakat. Meliputi semua aspek kehidupan. Tidak hanya keinginan satu orang, tetapi tuntutan seluruh masyarakat untuk mencari kestabilan,” kata Dini.

Dia melanjutkan, “artinya, mau tidak mau, suka atau tidak suka kita sudah berada dalam era digital dan harus berusaha untuk berubah. Supaya apa yang kita inginkan dan butuhkan bisa terpenuhi, sehingga stabil dan tidak jomplang. Kita berada di era pandemi, tetapi kita enggak mau kalau anak sekolah daring. Akhirnya mereka yang tidak menerima perubahan itu tergerus dengan adanya perubahan-perubahan.”

Penyebab perubahan itu, kata dia, ada faktor eksternal yang mempengaruhi, seperti alam dan kebudayaan lain. Sedangkan, faktor internal yang mempengaruhi, yaitu adanya pertambahan dan pengurangan penduduk, serta adanya penemuan baru.

BACA JUGA:   Agar OTP tak Mudah Diretas

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).