Tujuh Alasan Orang Melakukan Pelecehan Seksual

Saturday, 06 November 21 Venue

Alasan seseorang melakukan pelecehan seksual bervariasi. Banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya dan biasanya saling berkaitan.

“Umumnya pelaku mengincar perempuan yang lemah, pasif atau kurang asertif (tegas),” kata Erna Eriana, CEO Cleoparta Management, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021).

Erna mengatakan, perilaku pelecehan seksual ini semakin marak terjadi di masyarakat dan sebagian besar korbannya adalah kaum perempuan. “Pelaku dari pelecehan seksual bisa datang dari usia remaja hingga tua. Tidak ada golongan usia berapa yang paling dominan melakukan pelecehan seksual,” ujarnya.

Menurut Erna, pelecehan seksual adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang menimbulkan rasa tak nyaman, baik perilaku verbal atau fisik yang bersifat seksual. Korban dari pelecehan seksual ini, kata dia, bisa berupa komentar verbal yang bersifat seksual, menyentuh bagian-bagian tertentu dari tubuh si korban yang seharusnya tidak boleh disentuh atau meminta melakukan bantuan seksual. “Terkadang pelecehan seksual ini juga diikuti dengan tindakan kekerasan,” katanya.

BACA JUGA:   Cukup Meresahkan, Ini Ragam Pelecehan Seksual Online

Erna mengatakan, terdapat tujuh alasan kenapa orang melakukan pelecehan seksual, yaitu:

  • Lingkungan sosial.

Kondisi seorang laki-laki dan perempuan dibesarkan akan mempengaruhi perilakunya nanti. Berbagai sudut pandang bisa menciptakan suasana yang memungkinkan seseorang untuk melakukan pelecehan seksual.

  • Suasana sekitar yang mendukung.

Biasanya pelecehan seksual lebih banyak terjadi di fasilitas umum terutama pada angkutan umum yang penuh, sehingga orang suka mencari kesempatan.

  • Memiliki kekuasaan yang lebih tinggi.

Beberapa orang terkadang menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan pelecehan, umumnya pelaku berpikir korban adalah orang yang lemah atau takut kehilangan pekerjaannya.

  • Stres terhadap perkawinan.
BACA JUGA:   Pengaruh Positif Pesatnya Perkembangan Teknologi

Mengalami stres terhadap kehidupan pernikahannya akan membuat seseorang berada dalam tekanan emosional sehingga rentan melakukan pelecehan seksual.

  • Mengalami penurunan moral.

Saat kondisi seseorang mengalami kelemahan moral, seringkali menganggap seks pranikah atau ‘one night stand’ adalah sesuatu yang wajar sehingga menganggap hal tersebut bukanlah pelecehan seksual.

  • Memiliki perilaku seks yang menyimpang.

Biasanya orang ini memiliki kelainan seperti suka memperlihatkan alat vitalnya, suka membahas masalah pornoaksi atau memiliki perilaku suka mengintip.

  • Kurangnya peraturan hukum yang ada.

Beberapa orang melakukan pelecehan seksual karena memang belum ada peraturan hukum yang bisa membuat seseorang merasa jera.

“Korban pelecehan seksual ini akan merasa sangat malu, takut dan cenderung menunggu hingga hal tersebut tak tertahankan lagi baru akan melapor atau mengeluh,” kata Erna.

BACA JUGA:   Membuat Konten YouTube untuk Pemula

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).