BerandaLiterasi DigitalWaspadai Lima Modus Penipuan Online

Waspadai Lima Modus Penipuan Online

Published on

spot_img

Masyarakat diminta untuk mewaspadai dan mengenali modus pelaku penipuan online. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membiasakan diri melindungi data pribadi.

Menurut Agung Sukoco, YouTube Video Content Creator, ada lima modus penipuan online yang sering digunakan. Modus pertama, berupa phishing dilakukan oknum yang mengaku dari lembaga resmi dengan menggunakan telepon, email atau pesan teks.

“Modus ini seolah-olah dari lembaga resmi, namun sebetulnya mereka ingin menggali supaya kita memberikan data-data pribadi kita,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (2/9/2021).

Data-data pribadi ini, kata dia, biasanya digunakan untuk kejahatan berikutnya. Mereka menanyakan data-data sensitif untuk mengakses akun penting yang mengakibatkan pencurian identitas hingga kerugian.

Oleh karena itu, Agung mengatakan, apabila mengalami hal ini, masyarakat harus teliti membaca dengan benar dan melihat secara seksama isi dari SMS maupun email apakah benar pengirimnya berasal dari institusi asli.

BACA JUGA:  Tiga Cara Menaikkan Penjualan Melalui Media Sosial

Modus kedua, lanjut dia, pharming handphone yakni penipuan dengan modus mengarahkan mangsanya kepada situs web palsu dimana entry domain name system yang ditekan/di-click korban akan tersimpan dalam bentuk cache.

“Sehingga dapat memudahkan pelaku untuk mengakses perangkat pelaku secara illegal,” kata Agung. Dia mencontohkan,  pembuatan domain seolah-olah mirip dengan asal institusi aslinya. Pelaku akan menaruh atau memasang malware supaya nantinya bisa mengksesnya secara illegal.

“Kasus seperti ini banyak terjadi umpamanya ada yang whatsapp-nya disadap/diambilalih karena ponsel sudah dipasangkan malware oleh pelaku sehingga data-data pribadinya dicuri,” ujar dia.

Sementara itu, modus ketiga, sniffing, modus pelaku akan meretas untuk mengumpulkan informasi secara illegal lewat jaringan yang ada pada perangkat korbannya. Kemudian dia akan mengakses aplikasi yang menyimpan data penting pengguna.

BACA JUGA:  ‘Pisau Bermata Dua’ Perkembangan Teknologi Indonesia

“Sniffing ini paling banyak terjadi bahayanya kalau kita menggunakan/mengakses Wi-fi umum yang ada di publik, apalagi digunakannya untuk bertansaksi. Ini bahaya, karena sniffing itu kan biasanya terjadi di jaringan yang umum diakses publik, di situlah pelaku memanfatkannya,” tuturnya.

Modus keempat, lanjut Agung, yaitu money mule. Penipuan jenis ini misalnya ada oknum yang meminta korbannya untuk menerima sejumlah uang ke rekening untuk nantinya ditransfer ke rekening orang lain.

Money mule ini biasanya ditanyakan pelaku dengan calon korban, maukah dapat hadiah atau pajaknya dikirim dulu. Jadi, sekarang itu masyarakat perlu berhati-hati karena money mule ini digunakan untuk money laundring atau pencucian uang. Kamu akan saya kirim uang, tapi harus transfer balik ke rekening ini. Jadi, ini juga marak dan perlu kita waspadai,” ujar dia.

Modus kelima, kata Agung, yaitu social engineering. Dia menegaskan modus ini perlu diwaspadai agar tidak terjadi penipuan online.

BACA JUGA:  Promosi Kesehatan Melalui Media Digital

“Pelaku memanipulasi psikologis korban hingga tidak sadar memberikan informasi penting dan sensitif yang kita miliki. Pelaku mengambil kode OTP atau password karena sudah memahami behavior targetnya. Dengan kata lain, masyarakat seringkali tidak sadar seringkali membagikan data-data yang seharusnya perlu dijaga,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif di Tengah Isu Geopolitik

Jakarta, Venuemagz.com - Sektor pariwisata Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan impresif. Memasuki...

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siapkan Layanan Shuttle di Jakarta dan Bandung

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026 sudah di depan...

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Epson mengumumkan pembukaan pendaftaran untuk Epson International Pano Awards ke-17, sebuah kompetisi terbesar di...

Pesawat Scoot Kembali Mendarat ke Belitung, Tandai Kebangkitan Pariwisata KEK Tanjung Kelayang

Belitung, Venuemagz.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang mulai mengepakan sayapnya sebagai salah...

Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif di Tengah Isu Geopolitik

Jakarta, Venuemagz.com - Sektor pariwisata Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan impresif. Memasuki...

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siapkan Layanan Shuttle di Jakarta dan Bandung

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026 sudah di depan...

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Epson mengumumkan pembukaan pendaftaran untuk Epson International Pano Awards ke-17, sebuah kompetisi terbesar di...