11,81 Juta Pergerakan Wisatawan Terjadi Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Monday, 19 January 26 Bonita Ningsih
candi borobudur

Jakarta, Venuemagz.com – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen yang paling berharga bagi para pelaku industri pariwisata. Di momen ini, terjadi banyak pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi wisata sehingga membantu pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Seperti halnya yang terjadi pada libur Nataru 2025, pergerakan pelaku perjalanan wisata mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pergerakan pelaku perjalanan selama tanggal 18 Desember hingga 4 Januari 2026 mencapai 11,81 juta atau tumbuh 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut berlaku di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif Indonesia.

BACA JUGA:   Tanggapan Menpar Widiyanti Terhadap Tarif Timbal Balik dari Presiden Trump

Peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menarik minat wisatawan saat libur Nataru. Beberapa langkah yang telah dilakukan adalah penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata yang dilengkapi dengan modul CHSE dan kebencanaan hingga koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan.

“Kami juga memastikan kebijakan insentif transportasi khususnya tiket angkutan udara dan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kemenpar yang dirilis pada Januari 2026. 

BACA JUGA:   Kemenparekraf Tetapkan Tiga Daerah Sebagai Tujuan Wisata Kesehatan

Tak hanya itu, Kemenpar juga menyediakan promosi paket wisata tematik Nataru yang diperkuat dengan adanya kampanye nasional seperti #DiIndonesiaAja. Ada juga pameran pariwisata seperti Bangga Berwisata di Indonesia Travel Fair dan Wonderful Indonesia Tourism Forum.

“Dengan penguatan aspek keamanan, peningkatan kenyamanan perjalanan serta penyediaan pengalaman wisata yang berkualitas, libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diharapkan berjalan dengan lancar. Cara ini juga untuk mendorong pergerakan wisatawan, meningkatkan belanja masyarakat, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan daerah,” jelas Ni Luh Puspa.

BACA JUGA:   Kunjungan Kapal Pesiar ke Bali Mengalami Penurunan

Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan minat berwisata masyarakat adalah dengan menghadirkan program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Indonesia Great Sale 2025. Dalam hal ini, Kemenpar berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program BINA selama periode liburan Nataru.

“Selama periode pelaksanaannya, BINA Indonesia Great Sale mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp31 triliun,” tutupnya.