Adonta Education Tawarkan Perjalanan Wisata plus Akademis

Tuesday, 03 March 20 Harry Purnama
Adonta education

Tiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsanya. Jepang misalnya, yang menggunakan basis teknologi dan riset dalam mengaplikasikan metode pembelajaran. Sementara guru-guru di Finlandia menerapkan pendekatan yang fleksibel dan sangat tidak membebani anak didiknya. Selain itu, para guru di Finlandia juga melibatkan anak-anak dalam permainan kreatif dan membantu mereka mengembangkan kemampuan sosial.

Memang tidak semua sistem pendidikan luar negeri cocok dengan karakter budaya Indonesia. Namun, pengalaman belajar di luar negeri bakal memberikan perspektif baru dalam melihat sesuatu hal sehingga pandangan pelajar akan lebih luas. Tak hanya itu, pelajar akan mampu berpikir out of the box, berbeda dengan pola pemikiran orang Indonesia pada umumnya.

Berbekal keyakinan tersebut, Adonta Education menawarkan perjalanan pendidikan yang memberikan pengalaman belajar di luar negeri yang dibungkus dalam program Academic Immersion ke beberapa destinasi di luar negeri, seperti Australia, New Zealand, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Jepang, Korea, Kanada, China, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Program Academic Immersion ini biasanya dijalankan selama 1-2 minggu.  

Berbeda dengan kebanyakan study tour provider lain yang condong ke lebih banyak porsi liburan dari pada pembelajarannya sendiri, Adonta Education memberikan program Academic Immersion dengan konten akademis hamper 70% untuk memberikan pengalaman nyata bagi para murid peserta program untuk merasakan sistem pendidikan di negara tujuan, serta mengikuti kegiatan pendukung pendidikan lain yang ada di sekolah/universitas di luar negeri.

Ide program ini hadir dari masalah yang ditemui sang founder & CEO Adonta Education, Donny D., yang melihat pendidikan di Indonesia belum secara optimal menumbuhkan potensi manusia secara utuh dalam berbagai aspek perkembangan, serta kurangnya perspektif global dalam materi pendidikan formal yang ada di Indonesia.

Untuk itulah ia berkeinginan memberikan perspektif global kepada pelajar dengan merasakan langsung pengalaman cara belajar mengajar di negara lain. Harapannya, pelajar jadi percaya diri untuk berkomunikasi secara global, merangsang inovasi, mendorong analisis kritis, dan mampu berpikir secara strategis untuk merencanakan sesuatu maupun mengatasi masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. 

Halaman : 123