“Mudah-mudahan dengan adanya disertasi saya ini akan memberikan kontribusi pada Bali. Kita ketahui pariwisata Bali semakin berkembang dan banyak angle-angle berbeda yang menarik dan saya mengkhususkan pada event conference yang sustainable. Semoga hasil penelitian ini bisa memberi kontribusi pada bidang peningkatan kualitas konferensi di Bali untuk lebih sustainable. Saya juga sudah berdiskusi dengan para stakeholder, akademisi, media dan pihak terkait lainnya untuk menambah masukan dalam penelitian ini,” ujar Firman Sinaga.
Hasil penelitian ini ia harapkan juga dapat memberi masukan kepada banyak pihak agar konferensi digelar dengan mengurangi biaya dan cepat kerja. “Kita juga harus juga tetap memberikan upaya serius soal sustainable pariwisata ini khususnya bagaimana konferensi yang sustainable atau green meeting yang baik,” jelas Firman dalam acara FGD di Hotel Sovereign Tuban, Bali, 23 Desember 2019.
Ke depannya ia yakin konferensi bisa selalu digelar tanpa paper, tanpa wrapping plastik, tanpa gelas dan wadah plastik. Dan juga masih banyak lagi set up peralatan meeting terletak pada pojok sehingga konsep “take it as you need” bisa terus berlanjut di tiap meeting.
“Saya berharap dunia pariwisata Bali maju terus dan konsep green meeting ditingkatkan dan dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
“Kami sangat berbangga dengan apa yang telah ditemukan oleh Bapak Firman dalam rangka menuntaskan disertasi jenjang doktornya mengenai sustainable MICE. Bicara mengenai sustainable ini suka atau tidak suka merupakan hal yang harus kita implementasikan khususnya di Bali. Sustainable itu merupakan upaya bagaimana kita mengurangi beban generasi berikutnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada banyak langkah-langkah kecil yang dimulai dari kita sendiri, misalnya penggunaan single use plastic, kertas dan lainnya agar bisa mengurangi beban menuju zero waste yang ada di Bali sehingga Bali bisa menjadi barometer pariwisata yang berkelanjutan,” ungkap Yoga Iswara, BBA.,BBM.,MM.CHA, CEO Fresh Water Asia, Hospitality Solution.








