Banten, Pusat MICE Indonesia di Masa Depan

Friday, 23 March 18   64 Views   0 Comments   Harry Purnama

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten baru saja menggelar kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) I pada 21 Maret 2018 di Garuda Room 5, Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi III DPRD Banten Heri Handoko, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Ketua Umum DPP Asperapi Effi Setiabudi, Sekjen DPD Asperapi Banten Periode 2014-2018 Rahmat Ginanjar, Ketua Umum DPD Asperapi Periode 2014-2018 Deden Sunandar, dan para stakeholder perusahaan pameran di Banten, yaitu ASITA Banten, ASPPI Banten, GenPI Banten, dan Himpunan Investor Banten (HIBAT).

Abdul Aziz, Ketua Pelaksana kegiatan Musda I DPD Asperapi Banten, mengatakan, kegiatan Musda merupakan amanat AD/ART Asperapi yang harus memilih ketua DPD baru mengingat masa periodenya sudah habis. Selain itu, kegiatan ini juga membahas program kerja DPD Asperapi ke depan.

“Agenda Musda I Asperapi Banten 2018 ini meliputi laporan pertanggungjawaban DPD Asperapi Banten periode 2014-2018, pemilihan Ketua DPD Asperapi Banten periode 2018-2022, dan penyusunan program kerja DPD Asperapi Banten periode 2018-2022,” ujar Abdul.

Dalam agenda Musda juga dilaksanakan kegiatan dialog interaktif yang mengangkat tema “Peluang dan Tantangan MICE di Banten” yang diharapkan lewat kegiatan dialog tersebut bisa menambah wawasan para peserta musda dan memperkaya program Asperapi Banten periode 2018-2022.

Effie Setiabudi, Ketua Umum Asperapi, menyampaikan agar seluruh anggota DPD Asperapi Banten harus siap berkompetisi dengan para pelaku Industri pameran yang datang dari berbagai wilayah di nusantara, bahkan mancanegara, jangan sampai jadi penonton di daerah sendiri.

Eneng Nurcahyati, Kepala Dinas Pariwisata Banten, menekankan potensi dan peluang pariwisata di Banten dan berharap agar Asperapi Banten dapat menjadi salah satu pendorong berkembangnya industri pariwisata, khususnya industri MICE di Provinsi Banten.

Heri Handoko, Anggota DPRD Komisi III yang salah satunya membidangi pariwisata, sangat menyambut baik Musda DPD Asperapi Banten dan siap mendukung program kerja yang dapat meningkatkan industri pariwisata khususnya MICE di Banten. PDRB dari sektor pariwisata di Banten saat ini masih rendah, yaitu berada di peringkat ke-9. Heri juga menambahkan, jika ada rekomendasi yang perlu disampaikan melalui kelembagaan terkait rekomendasi dari musda, pengurus Asperapi Banten dapat memanfaatkan jalur audiensi resmi sehingga rekomendasinya dapat kami tindak lanjuti.

Pada Musda yang digelar untuk pertama kalinya tersebut, muncul beberapa nama sebagai kandidat calon ketua umum baru, mulai dari Deden Sunandar dari Ligar Corp, Karmila dari Indonesia Convention Exhibition (ICE), Rachmat Ginandjar dari PT Direktur Fajar Pikiran Rakyat, Abdul Aziz dari Dwipa Production, Novianti dari CV Cahaya, dan beberapa nama lainnya. Dengan meraih total suara 75 persen, Deden Sunandar terpilih kembali menjadi Ketua Umum DPD Asperapi Banten periode 2018-2022.

Deden Sunandar, atau yang biasa di panggil Aden, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banten memiliki potensi besar sebagai provinsi MICE, namun harus dipandang secara utuh. Banten Depan terdiri dari wilayah Tangerang Raya sebagai pusat bisnis meeting, konferensi, dan exhibition, sedangkan Banten Belakang yang terdiri dari lima wilayah, yaitu kota/kabupaten Serang, kota Cilegon, Pandeglang, dan Lebak, menjadi pusat destinasi wisatanya.

Dengan keberadaan Bandara Soekarno-Hatta di wilayah Banten serta didukung venue terbesar di Indonesia, yakni ICE, diprediksi Banten akan menjadi pusat MICE di Indonesia beberapa tahun ke depan.

Beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari Musda I DPD Asperapi Banten di antaranya adalah melaksanakan event tahunan Banten MICE Forum, mendorong terbentuknya Banten Convention Bureau, membangun industri MICE di Banten bersama sama dengan lintas stakeholder pariwisata lainnya, dan rekomendasi khusus agar kepala dinas pariwisata jangan berganti-ganti setidaknya untuk periode lima tahun.