Gelar Table Top, Dubai Targetkan 75.000 Turis Indonesia pada 2023

Wednesday, 12 July 23 Harry
dubai table top

Dubai Tourism menggelar Dubai Business Events SEA Sales Missions 2023 pada 10 Juli 2023 bertempat di Retreat Lounge Westin Jakarta. Pada acara table top kali ini, Dubai menghadirkan 5 seller dan 56 buyer.

Christian Sidharta, Trade & MICE Manager Indonesia Office, Dubai Tourism, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru kepada para travel agent di Indonesia. Pasalnya, menurut Christian, persepsi orang mengenai Dubai adalah mahal, panas, dan tidak ada obyek wisata baru.

“Persepsi tersebut perlahan berubah dengan adanya promosi-promosi terbaru, khususnya di digital dan penggunaan influencer,” ujar Christian.

Apalagi, Dubai mulai menyadari bahwa pasar Indonesia sangat potensial bagi Dubai. Hal tersebut tecermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dari Indonesia. Pada tahun 2017-2018, jumlah turis dari Indonesia masih di angka 37.000 orang per tahun, lalu pada 2019 naik ke 48.000 orang.

BACA JUGA:   Mengundang Wisatawan Golf Tandang ke Tanah Air

“Tahun 2020 berharapnya naik lagi karena ada World Expo, tapi ternyata pandemi,” ujar Christian.

Ternyata, dampak World Expo begitu besar terhadap popularitas Dubai. Terbukti, pada 2022 jumlah wisatawan dari Indonesia naik hingga 55.000 orang. Karena itu, pada 2023 ditargetkan jumlah wisatawan dari Indonesia bisa mencapai 75.000 orang.

“Itu terdiri dari 80 persen wisatawan leisure dan 20 persen dari MICE,” ujar Christian.

Untuk mencapai target tersebut, Dubai Tourism Indonesia bekerja sama dengan 6 travel agent untuk mempromosikan Dubai sekaligus membuat paket-paket wisatanya.

BACA JUGA:   Destinasi Bahari Menjadi Tren di Gorontalo

Sementara untuk pasar MICE, Christian mengatakan bahwa Dubai Tourism siap untuk memberikan dukungan bagi grup dengan jumlah minimal 50 orang.

“Kita bisa support sampai funding yang bisa dipakai untuk gala dinner atau tiket masuk ke destinasi. Kadang kita juga kasih tiket masuk ke Dubai Frame atau Skyview dan beberapa tempat baru,” ujar Christian.

Namun demikian, di sisi lain ada isu yang bisa sedikit mengganggu kunjungan turis dari Indonesia maupun dari negara lain, yakni adanya peraturan baru yang mensyaratkan bahwa wisatawan asing yang hendak masuk ke Uni Emirat Arab, termasuk Dubai, tidak boleh memiliki nama hanya satu kata di paspornya.

Terkait hal tersebut, Christian mengaku bahwa dirinya sedang meminta kepastian kepada Dubai Tourism apakah lembar endorsement di halaman ke-4 bisa digunakan atau tidak. Pasalnya, penduduk Indonesia yang menggunakan nama hanya satu kata itu masih banyak.

BACA JUGA:   Davao Kejar Pertumbuhan Sektor MICE

“Kalau memang tidak bisa diubah, saya minta untuk diundur ke tahun depan supaya kita bisa sosialisasi ke travel agent agar mereka bisa update ke tamu-tamunya. Karena proses untuk mengubah nama di paspor itu lama dan tidak murah,” ujar Christian.