Indonesia Siap Jalankan Pariwisata Biru dan Pariwisata Hijau

Wednesday, 12 June 24 Harry
121st Session of Executive Council UN Tourism Meeting

Indonesia, seperti negara kepulauan lainnya, sedang menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim, yakni naiknya permukaan air laut. Untuk itu, dibutuhkan praktik pariwisata berkelanjutan untuk meminimalisir dampak dari perubahan iklim tersebut, yakni dengan mempromosikan praktik pariwisata biru dan pariwisata hijau. Pariwisata biru mengutamakan konservasi lingkungan laut dan pesisir, sementara pariwisata hijau menekankan praktik yang bertanggung jawab atas lahan di muka bumi.

Saat menghadiri “121st Session of Executive Council UN Tourism Meeting” di Barcelona, Spanyol, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa Indonesia terus mendorong untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular ke dalam pariwisata dan meminimalkan limbah, serta memperkuat peran komunitas, termasuk desa wisata, agar mereka semakin sadar dan peka terhadap keberlangsungan lingkungan serta budaya.

BACA JUGA:   Turut Peduli ESG, Epson Luncurkan Dua Produk EcoTank Terbaru

“Kami juga secara aktif mempromosikan investasi pariwisata ramah lingkungan yang memprioritaskan pembangunan dan konservasi yang bertanggung jawab,” ujar Sandiaga.

Dalam laporannya di “121st Session of Executive Council UN Tourism Meeting“, Sandiaga juga menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap Indonesia yang sebelumnya terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNWTO masa jabatan 2023-2027 bersama China, Korea Selatan, dan Jepang mewakili wilayah Asia Timur dan Pasifik.

BACA JUGA:   Jogja MICE Forum 2015 Menargetkan Transaksi Rp 9 Miliar

“Indonesia merasa terhormat menjadi anggota baru terpilih dalam keluarga Dewan Eksekutif UNWTO. Kami sepenuhnya mendukung visi organisasi ini untuk mengembangkan sektor pariwisata, khususnya di bidang-bidang penting yang bersifat keberlanjutan,” kata Sandiaga.

Sebagai anggota Dewan Eksekutif UNWTO (UN Tourism), Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut merencanakan program, arah, dan kebijakan UN Tourism. Dewan Eksekutif memiliki peran penting dalam menentukan arah organisasi secara keseluruhan sehingga ia berharap isu-isu pariwisata berkelanjutan mendapat perhatian khusus. Indonesia juga siap untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam melaksanakan inisiatif-inisiatif tersebut.

BACA JUGA:   AVPN Conference 2022 Mempermudah Akses Pembiayaan Filantropi di Sektor Parekraf

“Kami percaya pada kekuatan transformatif dari pariwisata berkelanjutan untuk melindungi lingkungan kita, memberdayakan masyarakat, dan memastikan sektor pariwisata berkembang untuk generasi mendatang,” kata Sandiaga.