BerandaNewsIndonesia Experiential Learning Conference 2026 Hadirkan Delapan Pembicara dengan Arah yang Sama

Indonesia Experiential Learning Conference 2026 Hadirkan Delapan Pembicara dengan Arah yang Sama

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com — Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) menyelenggarakan gelaran Konferensi Nasional AELI tahun kedua, yaitu Indonesia Experiential Learning Conference (IELC) 2026, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta, pada 7 Juli 2026. Mengusung tema “Beyond Destination, Into Experience”, forum ini dihadiri sekitar 200 peserta dari lintas sektor pemerintah, korporasi, akademisi, industri pariwisata, dan praktisi experiential learning.

Yang membuat Indonesia Experiential Learning Conference 2026 berbeda dari konferensi biasa bukan hanya siapa yang hadir, melainkan apa yang terjadi ketika delapan pembicara dari latar yang berbeda, masing-masing membawa materi dan kepentingan sektornya sendiri, satu per satu menyampaikan kesimpulan yang sama: destinasi Indonesia sudah harus diperlakukan sebagai ruang yang sengaja dirancang untuk membangun kapasitas manusia, bukan sekadar tempat yang dikunjungi.

BACA JUGA:  InJourney Hospitality Raih Dua Penghargaan di Public Relations Awards 2026

Bukan kebetulan. Bukan rekayasa. Ini adalah konfirmasi dari banyak arah bahwa perubahan itu tidak bisa lagi ditunda.

Menteri Pariwisata: Setiap Destinasi Adalah Monumen Kebesaran Bangsa

Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata RI, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Dr. Andar Danova L. Goeltom, S.Sos., M.Sc., CPM menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata Indonesia sudah bergeser, bukan lagi mengejar jumlah kunjungan, melainkan membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:  Usai Penantian Satu Dekade, World of Coffee 2025 Resmi Digelar di Jakarta

Visi ini dibangun di atas tiga pilar: transformasi ekonomi pariwisata yang inklusif, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Metode pembelajaran berbasis pengalaman adalah instrumen strategis dalam mewujudkan visi tersebut. Pariwisata berbasis pengalaman harus dirasakan, dikenang, dan dihormati, sebagai inkubator kapasitas bangsa yang mencakup kapasitas ekonomi, SDM, ilmu pengetahuan, budaya, nasionalisme, hingga diplomasi.

BACA JUGA:  Cara Unik Mengemas Incentive Trip di Destinasi Domestik

“Mari kita jadikan setiap destinasi sebagai monumen kebesaran bangsa. Mari kita jadikan setiap kunjungan wisata sebagai momen pengembangan kapasitas manusia Indonesia,” tutup Widiyanti dalam sambutannya.

Melihat Tren Perjalanan Insentif di Indonesia Outing & Incentive Travel Expo 2026

Tangerang, Venuemagz.com – Bagi sebagian karyawan, mendengar kata outing mungkin langsung terbayang perjalanan bersama...

Cetak Lebih Besar Hemat Ruang, Epson Luncurkan SureColor V4000

Jakarta, Venuemagz.com – Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran...

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Timeless Festivities di Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph Collection 

Bali, Venuemagz.com - Menjelang liburan akhir tahun, Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph...

Cara Unik Mengemas Incentive Trip di Destinasi Domestik

Desa wisata punya peluang sebagai destinasi tujuan incentive trip. Yang terpenting programnya unik, dan...

AELI Mengembangkan Experiential Tourism di Desa Wisata

Berbeda dengan aktivitas wisata pada umumnya, experiential tourism menawarkan konsep berwisata berbasis kearifan lokal...