BerandaNewsInilah Primadona Baru di Pulau Samosir

Inilah Primadona Baru di Pulau Samosir

Published on

spot_img

Energi positif terpancar dalam laporan Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir sepanjang 2017. Capaian pertumbuhannya menunjukkan angka yang mengesankan: mencapai 81 persen. Dan pariwisata menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

“Ya. Ini semua berkat pariwisata. Inilah core business masa depan Indonesia,” kata Rapidin Simbolon, Bupati Samosir.

Ucapannya didukung dengan data yang kuat. Pajak daerah, yakni hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, PBB, BPHTB, dan parkir sepanjang 2016 sebesar Rp6.943.224.706. Sementara tahun 2017 sebesar Rp14.201.397.714, naik 105 persen.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Perbanyak Event di Danau Toba Untuk Capai Target Wisatawan 2023

Sementara itu, pajak retribusi daerah, yakni jasa umum, jasa usaha, dan perizinan terpadu, pada 2016 sebesar Rp2.944.086.681, sedangkan pada 2017 sebesar Rp3.215.320.775, atau naik 9 persen.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, tahun 2016 sebesar Rp2.292.593.280 dan tahun 2017 sebesar Rp3.269.597.083, naik 43 persen. Lain-lain PAD yang sah, tahun 2016 sebesar Rp27.042.821.240, sedangkan pada 2017 sebesar Rp50.274.679.565, naik 86 persen.

BACA JUGA:  Setelah Siap, Promosi Danau Toba Lebih Masif Pada 2020

Total, sepanjang 2016 PAD yang diterima sebesar Rp39.222.725.907, sedangkan pada 2017 mencapai Rp70.960.995.137. Persentase peningkatan PAD 2017 dibandingkan dengan 2016 tercatat sebesar 81%. “Kata kuncinya adalah pariwisata. Inilah sektor penyumbang PAD dan lapangan kerja yang paling mudah, murah dan cepat. Kami sudah membuktikannya. Performance pariwisata terus menanjak dan optimisme kian terbentuk,” ujar Rapidin.

Menurut Rapidin, peningkatan PAD itu dipengaruhi program pemerintah melalui pembangunan menyeluruh di kawasan Danau Toba. “Asumsi kami, PAD ini akan terus naik, dan juga peningkatan multiplier effect di seluruh kawasan Danau Toba bila semua program Presiden tentang pengembangan Danau Toba berjalan dengan baik dan tepat waktu,” ujar Rapidin.

BACA JUGA:  Dampak Ekonomi F1 Powerboat 2024 Ditargetkan Naik 20-25 Persen

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikutan optimistis. Dari paparannya, kemandirian daerah akan segera terwujud dengan andalan pariwisata. “Rugi kalau kita tidak pilih pariwisata karena pariwisata sudah ditetapkan sebagai yang utama,” ujar Arief Yahya.

Melihat Tren Perjalanan Insentif di Indonesia Outing & Incentive Travel Expo 2026

Tangerang, Venuemagz.com – Bagi sebagian karyawan, mendengar kata outing mungkin langsung terbayang perjalanan bersama...

Cetak Lebih Besar Hemat Ruang, Epson Luncurkan SureColor V4000

Jakarta, Venuemagz.com – Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran...

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Timeless Festivities di Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph Collection 

Bali, Venuemagz.com - Menjelang liburan akhir tahun, Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph...

Dampak Ekonomi F1 Powerboat 2024 Ditargetkan Naik 20-25 Persen

Ajang balapan jet air F1 Powerboat akan kembali digelar di Danau Toba, tepatnya pada...

Kemenparekraf Perbanyak Event di Danau Toba Untuk Capai Target Wisatawan 2023

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan sejumlah target untuk kunjungan wisatawan mancanegara...

Danau Toba Menjadi Tuan Rumah Formula One Power Boat

Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang balap Formula One Power Boat atau yang dikenal...