Sementara itu, menurut Susilowani Daud, Presiden Direktur Pacto Convex, imbas dari situasi politik di mana sering terjadi demonstrasi mengesankan Jakarta tidak aman. Kondisi tersebut diperparah dengan masifnya berita dari media asing yang mempunyai perwakilan di Jakarta sehingga menimbulkan keengganan asosiasi-asosiasi, baik profesi maupun NGO internasional, mengadakan event di Jakarta karena bagi mereka keamanan adalah syarat pertama pemilihan tempat untuk penyelenggaraan event.
“Untuk mengatasinya pertama kita harus bisa meng-counter berita mengenai demonstrasi di Jakarta, untuk itu diperlukan Public Relation (PR) yang bisa meyakinkan pihak-pihak di luar negeri bahwa demo yang terjadi tidak seperti yang dibayangkan mereka. Kedua, cara tercepat untuk memulihkannya adalah dengan menggarap event (pertemuan) yang bersifat domestik. Jika event domestik semakin banyak diadakan di Jakarta dan ternyata bisa berjalan lancar, pada gilirannya event internasional akan masuk ke Jakarta,” kata Susi.
Ponco berharap, hasil dari FGD ini menjadi masukan bersama untuk dikomunikasikan dengan pihak yang terkait.
“Adanya dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata pada bidang MICE juga sebagai bahan kita sounding ke pemprov DKI untuk memulai menggarap MICE ini. Pemprov sendiri tentu ada banyak prioritas yang harus ditangani, tetapi MICE bisa menjadi salah satu stimulan menggerakkan ekonomi Jakarta karena kalau berharap pada industri atau infrastruktur kan jangka waktunya menengah dan panjang,” kata Ponco.




