KEHATI Ajak Anak-Anak Muda Dunia Peduli Pariwisata Berkelanjutan

Thursday, 01 November 18 Nila Sofianty
Youth Leadership Summit 2018

Indonesia dianugerahi sebagai negara kepulauan yang terkenal akan kekayaan biota lautnya yang amat indah, termasuk keanekaragaman ikan dan keindahan terumbu karang. Inilah salah satu modal  besar industri wisata bahari Indonesia.

Namun demikian, suatu saat keindahan dan kekayaan ini hanya tinggal kenangan jika tidak dijaga dan diperlakukan sebagai mana mestinya. Untuk itulah perlu dukungan semua pihak agar kekayaan wisata ini bisa terus ada agar pariwisata berkelanjutan terus terjaga.

Banyak cara untuk berpartisipasi agar kekayaan dan keindahan alam Indonesia ini bisa terus dinikmati tak hanya oleh kita, tetapi juga oleh generasi mendatang. Salah satunya seperti yang dilakukan sekitar 200 anak muda dari berbagai negara yang datang ke Bali dalam rangka menghadiri Our Ocean Conference (OOC) di Nusa Dua pada 29-30 Oktober 2018.

Pada 31 Oktober 2018, para anak muda itu berkumpul di Pantai Samuh, Nusa Dua, untuk melakukan penanaman terumbu karang yang dimotori oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Kegiatan Yayasan KEHATI melalui mitranya, Divers Clean Action (DCA), ini dalam rangka ikut berpartisipasi pada acara Youth Leadership Summit 2018. Acara tersebut mengajak perwakilan para pemimpin muda dari berbagai negara dalam kegiatan penanaman terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Gali Potensi Kerja Sama dengan Saudi Arabia

Basuki Rahmat, Manajer Program Ekosistem Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Yayasan KEHATI, mengungkapkan, Youth Leadership Summit merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Our Ocean Conference 2018 yang diikuti 144 negara. Ada 65 negara yang mengirimkan perwakilannya dalam Youth Leadership Summit 2018.

“Keikutsertaan Yayasan KEHATI melalui DCA di forum Youth Leadership Summit 2018 ini merupakan bagian dari komitmen KEHATI dalam kegiatan konservasi laut, terutama melalui gerakan-gerakan anak muda. Melalui program penyelamatan pesisir dan pulau-pulau kecil, sebelumnya kami juga menggandeng mitra anak-anak muda untuk bergerak, seperti yang kami laksanakan di Pulau Kepulauan Seribu,” ujar Basuki didampingi oleh Indra Gunawan, salah seorang Direktur Yayasan KEHATI.

BACA JUGA:   PDB Global Turun 3 Persen Pada 2020

Kegiatan ini juga turut menggandeng Masyarakat Selam Indonesia (MASI) yang diketuai oleh Ricky Soerapoetra yang turut aktif mengampanyekan pariwisata berkelanjutan. Menurut Ricky, potensi wisata bahari Indonesia di tiap pelosoknya memiliki keindahan dan keunikannya tersendiri. “Indonesia sangat mampu menjadi destinasi utama wisata bahari dunia. Alam laut kita sangat indah berikut beraneka ragam jenis ikan dan terumbu karang. Namun, kalau kita tidak jaga, semua keinginan kita untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan akan tinggal harapan,” ujar Ricky.

Penanaman terumbu karang ini menjadi kegiatan yang dipilih oleh Yayasan KEHATI dalam keikutsertaannya di Youth Leadership Summit 2018 karena kegiatan tersebut sebagai bentuk aksi nyata konservasi laut, khususnya penyelamatan terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua, yang merupakan salah satu titik area favorit wisatawan.

BACA JUGA:   CGV Central Park Hadir dengan Nuansa Baru

Terumbu karang, lanjut Basuki, merupakan bagian dari ekosistem laut yang rawan mengalami kerusakan. Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali pada 2017 mencatat, ada 12 persen dari 7.200 hektare terumbu karang di perairan Bali yang rusak. Ada beberapa faktor penyebab kerusakan tersebut, di antaranya perubahan suhu air yang diakibatkan perubahan iklim, pencemaran atau limbah lingkungan yang datang dari darat, dan lapisan minyak yang kemungkinan dihasilkan dari limbah kapal laut.