Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Juanedy mengungkapkan, untuk mendapatkan turis yang berkualitas harus memenuhi beberapa syarat di dalamnya. Dia menyebutkan, Indonesia harus siap mempersiapkan berbagai aspek untuk menunjang quality tourist agar dapat dilihat baik oleh masyarakat dunia.
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi industri pariwisata dalam menghadapi quality tourist ialah travel agent yang belum memiliki fasilitas premium. Padahal, menurutnya, travel agent sebagai pintu pembuka masuknya wisatawan mancanegara yang ingin berwisata ke Indonesia.
“Kalau mencari quality tourist, pastinya fasilitas yang ditawarkan harus berkelas premium. Travel agent pun harus cari yang premium. Tapi, masalahnya, travel agent di sini paling hanya 1 persen yang bisa disebut sebagai premium,” keluh Didien.
Selain itu, pemandu wisata yang dihadirkan juga harus berkelas premium. Terpenting dari semuanya ialah menghadirkan destinasi berkualitas karena hal itu erat kaitannya dalam mendatangkan turis berkualitas.
“Tidak semua yang premium itu harus bintang 5, tetapi banyak pendukung lain di dalamnya yang harus terpenuhi. Semoga ke depannya kita semua dapat bersinergi untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi industri pariwisata Indonesia,” ucapnya lagi.




