BerandaNewsKemenpar Pertajam Destinasi Untuk Pasar ASEAN

Kemenpar Pertajam Destinasi Untuk Pasar ASEAN

Published on

spot_img

Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) untuk mempertajam diferensiasi destinasi wisata di Jawa Tengah untuk pasar Asia Tenggara. FGD ini diikuti seluruh stakeholder pariwisata di Jawa Tengah, yang terdiri dari dinas pariwisata, pengusaha, asosiasi, akademisi, komunitas, dan media massa.

“Jawa Tengah, terutama Solo dan Yogyakarta, tampak identik tapi sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Yogyakarta merupakan pusat seni budaya kontemporer, sementara Solo sangat kental tradisionalnya,” ujar Rizki Handayani Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara.

BACA JUGA:  Trans Nusa Hubungkan Cilacap dengan Jakarta dan Semarang

Menurut Rizki, pihaknya menargetkan menemukan destinasi-destinasi baru sebagai acuan untuk mempromosikan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) dan daerah-daerah Jawa Tengah lainnya. “Kami ingin pasar Asia Tenggara tidak hanya mengenal Borobudur, tapi juga destinasi lain. Solo dan sekitarnya tidak punya hambatan dalam bidang pariwisata, tapi kurang promosi. Di FGD kami ingin menggali lebih dalam untuk dipasarkan tahun depan,” imbuh Rizki.

BACA JUGA:  17.000 Warga Inggris Bermasalah Selama Di Luar Negeri

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Lokot Ahmad Enda, menyebut destinasi-destinasi di Indonesia, tak terkecuali Jawa Tengah, butuh Destination Management Organizations (DMO). Dengan demikian, stakeholder pariwisata tidak jalan sendiri-sendiri. “Bila jalan sendiri-sendiri, sulit untuk menjadikan pariwisata nomor satu sebagai penghasil devisa, baik di pusat maupun di daerah,” ujar Lokot.

DMO adalah solusi untuk menyatukan berbagai visi dan kepentingan berbagai stakeholder pariwisata, yang tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Menurut Lokot, selama ini pariwisata sangat bergantung kepada kepala daerah dan kepala dinas pariwisata. “Setiap ganti pejabat, ganti kebijakan. Dengan adanya DMO hal ini bisa dicegah,” imbuh Lokot.

BACA JUGA:  Pariwisata Sabah Bebas dari Corona

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata ini diikuti sekitar 50-an stakeholder pariwisata, yang diadakan di Solo Paragon Hotel & Residence, pada 20-22 Desember 2017.

spot_img
spot_img

IFRA 2026 Sukses Digelar, Buka Akses Bisnis dan Kolaborasi Baru

Jakarta, Venuemagz.com - Tren kewirausahaan dan ekspansi bisnis di Indonesia terus membuka ruang bagi...

IIPE 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Produk Gratis dari Ratusan Peserta Lokal dan Internasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 resmi dibuka hari ini, 4...

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

IFRA 2026 Sukses Digelar, Buka Akses Bisnis dan Kolaborasi Baru

Jakarta, Venuemagz.com - Tren kewirausahaan dan ekspansi bisnis di Indonesia terus membuka ruang bagi...

IIPE 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Produk Gratis dari Ratusan Peserta Lokal dan Internasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 resmi dibuka hari ini, 4...