Kemenpar Sediakan 75 Paket Wisata bagi Kontingen Asian Games 2018

Monday, 14 May 18   3 Views   0 Comments   Harry Purnama
Asian Games 2018

Kementerian Pariwisata berkomitmen mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 dengan cara menjual 75 paket wisata yang memasarkan tujuh destinasi utama, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banyuwangi, dan Bali. Selain itu, Kemenpar juga menyertakan logo Asian Games 2018 pada seluruh promosi yang dilakukan sejak 100 hari menjelang Asian Games 2018 berlangsung.

Data INASGOC Department Ticketing menunjukkan Asian Games 2018 akan diikuti oleh 45 negara, dengan jumlah 15.000 atlet dan official, juga 5.000 media. Selain itu, kegiatan ini juga akan dibantu sekitar 30.000 relawan dan workforce, serta ditonton oleh 5 miliar penonton dari penjuru dunia.

Asian Games 2018 juga diperkirakan akan menghadirkan 150.000 wisman. Sementara, target wisatawan mancanegara yang akan dihadirkan berjumlah total 170.000 orang. Angka tersebut diurai dengan komposisi 10.000 atlet, 5.000 official, 5.000 media, dan 150.000 penonton.

Dari jumlah 150.000 wisman itu diproyeksikan akan menghasilkan devisa sebesar US$180 juta dengan asumsi per orang mengeluarkan biaya US$1.200. Sementara itu, devisa official diproyeksikan mencapai US$50 juta. Dengan demikian, total devisa yang akan diperoleh sekitar Rp3 triliun.

Asian Games 2018 menjadi kesempatan untuk menggenjot jumlah kunjungan wisman tahun ini. Melihat potensinya yang demikian besar, Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis jumlah target wisman tahun ini tercapai.

Senada dengan Menpar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas), Bambang Brodjonegoro menambahkan bahwa dampak ekonomi yang dirasakan pada penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah penciptaan lapangan kerja.

“Berkaca pada penyelenggaraan Asian Games tahun 1962, saat itu kita hanya memiliki satu TV, yakni TVRI. Akhirnya muncul Hotel Indonesia, ada media center yang saat ini menjadi Plaza Indonesia,” kata Bambang.

Pada penyelenggaraan Asian Games 2018, Bambang merinci ada tiga tahapan pembangunan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan pasca-Asian Games. Tahap persiapan meliputi investasi di bidang infrastruktur yang dibangun untuk mendukung Asian Games 2018. Pada pelaksanaan, dapat dihitung atlet official media dan penonton baik wisman dan wisnus yang menonton, berapa pengeluarannnya. Pengumpulan data akan dilakukan dengan metode survei. Sementara pada pasca-Asian Games, citra Indonesia akan meningkat dan wisman akan banyak yang datang.

“Yang harus diperhatikan, venue yang digunakan pada penyelenggaraan Asian Games 2018 harus tetap aktif dipakai dan dirawat setelah event tersebut berakhir,” ujar Bambang.