Kemenparekraf Gelar FGD MICE (Lagi) untuk Dapatkan Strategi Terbaik

Monday, 19 October 20 Bonita Ningsih
Jogja MICE Forum 2015

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan Pengembangan Strategi MICE pada 12-13 Oktober 2020 di hotel The Rich Jogja, Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kemenparekraf dalam memajukan industri MICE dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE utama di ASEAN. Dalam pelaksanaannya, Kemenparekraf bekerja sama dengan konsultan internasional dari Australia, Gaining Edge, untuk menyusun strategi nasional dalam pengembangan MICE.

“Kami gandeng Gaining Edge karena dia sudah berpengalaman dan banyak mendampingi convention bureau di berbagai negara. Kerja sama ini juga bukan yang pertama karena sebelumnya sudah pernah melakukannya saat Direktorat MICE masih ada kurang lebih 10 tahun yang lalu,” kata Masruroh, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran/MICE Kemenparekraf.

BACA JUGA:   Top Manajemen Baru Di Discovery Kartika Plaza Hotel

Masruroh menambahkan, FGD ini membahas berbagai strategi MICE, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Digelar secara hibrid, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai industri MICE di seluruh Indonesia, seperti Dinas Pariwisata yang memiliki MICE, asosiasi MICE, venue, destinasi MICE, hotel & convention, hingga SDM MICE.

“Kita libatkan semua unsur karena FGD ini menjadi salah satu step untuk mendapatkan masukan dan informasi dari industri-industri MICE di Indonesia. Kita tidak mau nanti hasil diskusi ini hanya menjadi dokumen, tetapi juga harus diimplementasikan untuk semua orang,” ungkap Iyung, begitu sapaan akrabnya.

BACA JUGA:   Menikmati Korea Utara Sambil Maraton

Dalam FGD tersebut telah disusun masukan-masukan terkait strategi yang tepat untuk industri MICE di Indonesia, antara lain penyusunan MICE policies and development serta MICE brand development.

Nantinya, FGD dan pelatihan Pengembangan Strategi MICE ini akan digelar sebanyak empat kali dalam kurun waktu dua bulan ke depan. Iyung mengatakan, tujuan akhir diselenggarakannya FGD ini ialah mendapatkan strategi terbaik bagi masing-masing daerah agar setiap pelaku usaha MICE memiliki parameter khusus dalam berbisnis.

BACA JUGA:   ArtScience Pamerkan Kehidupan Bawah Laut

“Misalnya kita mau jualan Yogyakarta, kita lihat dulu nih apa yang menjadi keunggulan di sana. Dari situ, kita bisa tahu event apa saja yang cocok digelar di daerah tersebut. Berhubung ini FGD kita tahap pertama, jadi masih kita manfaatkan untuk pendataan awal dan kita lakukan brainstorming kepada mereka,” ucapnya lagi.