Kemenparekraf Siapkan Anggaran Rp80 Miliar Untuk Bisnis MICE di Tahun 2021

Friday, 23 October 20 Bonita Ningsih
Ilustrasi wisatawan MICE

Pandemi COVID-19 tak menyurutkan tekad pemerintah untuk menggenjot pariwisata di Indonesia. Tidak hanya dari segi leisure, pemerintah juga akan meningkatkan potensi bisnis traveler atau MICE yang masuk ke Indonesia.

Lalu, bagaimana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menanggapi hal tersebut? Melalui kegiatan “Ngoprek Event” yang diselenggarakan secara live di akun Instagram @venuemagz, Masruroh selaku Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran/MICE Kemenparekraf membicarakan potensi bisnis MICE di tahun 2021.

Masruroh mengatakan, meskipun pintu pariwisata internasional masih ditutup, Indonesia telah membuka askes untuk business traveler dari luar negeri, tentunya dengan persyaratan yang ketat, seperti wajib menyerahkan hasil rapid test non reaktif hingga melakukan karantina mandiri terlebih dahulu.

“Saya lihat beberapa persyaratannya dari website imigrasi seperti itu, melakukan rapid test dan segala macam. Nantinya, kita akan lihat lagi di tahun 2021 bagaimana ketentuan lainnya yang harus diikuti,” ujar Iyung, begitu sapaan akrabnya.

Potensi bisnis MICE di Indonesia memang terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan leisure. Menurutnya, pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) MICE dalam sehari bisa mencapai US$2.000 atau dua kali lipat dari pengeluaran wisatawan leisure. Selain itu, masa tinggal wisman MICE terhitung lebih lama dibanding dengan wisman leisure.

“Kalau leisure paling lama 2 hingga 3 hari saja kalau lokasinya dekat. Tetapi, kalau wisman MICE itu pasti minimal lima hari,” kata Iyung.

Oleh karena itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menargetkan dapat mendatangkan 25 persen wisman MICE dari total wisman secara keseluruhan. Hal ini juga sejalan dengan keinginan Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio yang mengutamakan quality tourism bagi pariwisata Indonesia.

“Bicara quality tourism, pasti ada MICE di dalamnya. Kalau ditargetkan 25 persen, berarti hitungannya adalah kalau jumlah keseluruhan wisman yang masuk 20 juta, berarti wisman khusus MICE harus mencapai 5 juta orang,” jelas Iyung.

Untuk itu, menurut Iyung, pada tahun 2021 Kemenparekraf akan menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar khusus Direktorat MICE. Dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk melakukan promosi dan membangun industri MICE di Indonesia lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Ke depannya, kita akan memperbaiki strategi-strategi terbaik untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Kita juga akan fokus membangun strategi bagaimana cara memenangkan bidding event internasional di Indonesia,” ucapnya lagi.