BerandaNewsKrisis di Industri Pariwisata Dunia

Krisis di Industri Pariwisata Dunia

Published on

spot_img

Industri pariwisata saat ini sedang mengalami krisis akibat merebaknya wabah COVDI-19 yang mengakibatkan kepanikan di semua negara. Salah satu negara yang paling terpukul adalah Cina karena sumbangan PDB dari sektor pariwisata adalah sebesar 11 persen. Selain itu, Cina termasuk negara dengan jumlah turis terbesar di dunia serta mendominasi kunjungan wisata untuk beberapa negara. Berdasarkan data dari UNWTO, pada tahun 2018 tercatat turis asal Cina sebanyak 163 juta orang yang bepergian ke seluruh dunia.

BACA JUGA:  UNWTO Yakin Thailand Akan Cepat Pulih

Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui pernyataan bersama telah meminta sektor pariwisata ikut bertanggung jawab dan membantu mengurangi dampak penyebaran virus corona dengan menghitung secara cermat mengenai dampak dan ancaman ditimbulkan bagi kesehatan masyarakat serta melakukan langkah pencegahan yang proporsional. Bahkan, menurut World Travel and Tourism Council (WTTC), menutup perbatasan, melarang perjalanan secara umum atau terbitnya kebijakan pemerintah yang lebih ekstrem seperti lock down tidak akan menghentikan penyebaran virus corona.

BACA JUGA:  Majalah VENUE Berikan Penghargaan Indonesia's Most Popular MICE Industry 2018

Beberapa sektor industri pariwisata yang paling menderita di antaranya adalah industri hotel, maskapai penerbangan, dan operator kapal pesiar, terutama ketika wabah terjadi selama Tahun Baru Imlek, salah satu musim di mana terjadi perjalanan tersibuk di Asia.

Dampak virus Corona juga terjadi pada perusahaan-perusahaan multinasional dan mendunia, berupa terjadinya pembatalan perjalanan, acara publik, penyesuaian pekerjaan sementara, dan penurunan pendapatan. Salah satu kasus paling ekstrem terjadi di Spanyol, yaitu perusahaan asuransi Zurich telah membatalkan perjalanan 2.000 karyawannya, baik di dalam maupun di luar Spanyol, dan mewajibkan mereka yang dalam perjalanan untuk kembali.

BACA JUGA:  Sarawak Garap Corporate Meeting dan Incentive Travel pada 2021

Perusahaan lain seperti BBVA, perusahaan multinasional di bidang perbankan yang berbasis Spanyol, telah membatalkan perjalanan karyawan mereka ke empat wilayah Italia yang terkena dampak, ke Jepang, Iran, Korea Selatan, Singapura, dan Cina. Demikian juga dengan Deutsche Bank yang telah membatalkan semua perjalanan ke Italia.

spot_img

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

DXI 2026 Siap Digelar Akhir Bulan Ini dengan Ragam Aktivitas

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions siap menggelar pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI)...

ALLFood Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Perubahan Besar dalam Bisnis Kuliner Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com - ALLFood Indonesia 2026 resmi digelar pada tanggal 15–18 April 2026 di...

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

DXI 2026 Siap Digelar Akhir Bulan Ini dengan Ragam Aktivitas

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions siap menggelar pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI)...