Daeng M. Faqih, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), juga menjelaskan agar pelaku usaha dan masyarakat tetap beraktivitas normal agar tidak terjadi kepanikan yang berlebihan. Ia hanya menyarankan agar masyarakat berusia 60 tahun ke atas menghindari tempat keramaian dan tidak bepergian terlalu lama.
“Orang yang lanjut usia itu paling rentan terinfeksi virus ini, karena hal ini berkaitan dengan kekebalan tubuh. Makanya, disarankan bagi orang tua untuk di rumah saja,” ungkap Daeng.
Daeng juga memberikan langkah antisipasi untuk menghindari penyebaran virus COVID-19. Beberapa di antaranya ialah tidak melakukan kontak dengan penderita, menghindari orang-orang yang diduga terpapar, khususnya warga negara yang baru datang dari negara-negara yang positif kasus virus Corona, menggunakan masker bagi yang sakit, rutin menjaga kebersihan badan terutama tangan, istirahat cukup, hingga menjaga kesehatan badan dengan makanan bergizi dan olahraga.
Lebih lanjut ia mengatakan, protokol pencegahan penyebaran virus COVID-19 telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Oleh karenanya, tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat Indonesia.
“Laporan WHO juga menyatakan virus corona ini angka kematiannya hanya 2 sampai 3 persen, jadi ini kecil sekali. Artinya, 97 persen pasien yang terkena virus ini dapat sembuh, makanya kita tidak perlu panik yang berlebihan,” dia menjelaskan.
Hariyadi menambahkan agar masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada pemerintah dalam penanganan COVID-19. Pasalnya, hal ini sangat memengaruhi perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh secara positif di semua sektor, khususnya pariwisata.
“Pariwisata ini ‘kan menjadi ujung tombak dalam penyerapan ekonomi di level mikro, makanya kami butuh bantuan masyarakat dalam hal ini,” kata Hariyadi.






