Minimalisir Dampak Ekonomi
Fadjar Hutomo, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, menjelaskan, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk menekan dampak ekonomi di tengah situasi seperti ini. Ada dua dampak ekonomi yang terjadi saat ini, yakni supply side shock dan demand side shock.
“Supply shock membuat industri menderita, sedangkan demand shock membuat banyak orang takut atau malas bepergian. Ini yang harus kita cegah supaya dampak ekonominya tidak terlalu berlebihan,” ujar Fadjar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah sedang membuat sebuah kebijakan untuk mengantisipasi kedua dampak ekonomi tersebut. Menurutnya, saat ini Kementerian Keuangan sedang menggodok kebijakan yang memberikan relaksasi kepada industri untuk menangani cash flow (laporan arus kas).
“Kalau kami Kemenparekraf tidak ada kebijakan otoritas seperti itu, makanya yang buat Kementerian Keuangan. Kami sendiri lebih ke koordinatif dengan pelaku industri termasuk PHRI,” ucap Fadjar.
Lebih lanjut Fadjar mengatakan, pihaknya selalu bersikap secara rasional menghadapi wabah virus COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia. Jangan membuat keputusan terlalu ekstrem dengan menutup semua kegiatan di area publik karena hal tersebut dapat memengaruhi perekonomian negara.
“Kita jangan terlalu takut juga menghadapi masalah seperti ini, tetapi jangan terlalu loose juga. Jadi, bersikap secara rasional sudah paling tepat,” dia menambahkan.






