Jakarta, Venuemagz.com – Pariwisata Jawa Timur semakin dikenal dunia terutama di China sejak dua tahun silam. Hal ini disebabkan dengan adanya video viral dari seleb aplikasi Douyin yang tengah berwisata ke Gunung Bromo dan juga Kawah Ijen, Jawa Timur.
Douyin merupakan aplikasi TikTok khusus pasar China yang diluncurkan sejak tahun 2016 silam. Aplikasi ini menawarkan konten video singkat dengan musik dan filter serta fitur edukasi yang lebih terintegrasi.
Meskipun viral sejak dua tahun lalu, kepopuleran pariwisata Jawa Timur di China masih terus berlangsung hingga saat ini. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kinerja hotel di Jawa Timur termasuk Surabaya yang semakin meningkat untuk pasar asing.
Hasil survei Colliers Indonesia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025 hotel-hotel di Surabaya mendapatkan permintaan yang tinggi dari tamu asal China. Hal ini disebabkan lantaran Surabaya menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan mancanegara (wisman) sebelum berkunjung ke destinasi lainnya di Jawa Timur.
“Ada yang menarik di sini, selain dari domestik ternyata tamu asal Cina juga lagi naik permintaannya di hotel Surabaya. Ini tentunya memberikan angin segar kepada hotelier terutama hotel di daerah pusat dan barat Surabaya,” ujar Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam acara Colliers Virtual Media Briefing Q4 2025 pada 7 Januari 2026.
Selain karena viral, tingginya permintaan ini dikarenakan adanya penerbangan langsung dari China ke Surabaya. Tak hanya China, bisnis hotel di Surabaya juga didongkrak oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia.
Data tersebut semakin dibuktikan dengan banyaknya tamu asing yang berkunjung ke Four Points by Sheraton Surabaya Tunjungan Plaza. Marketing Communication Manager dari Four Points by Sheraton Surabaya Tunjungan Plaza, Anindya Vika, mengatakan bahwa sepanjang tahun 2025 tamu asal China, Hong Kong, dan Singapura yang mendominasi pertumbuhan bisnis hotel.
“Sebenarnya tamu China ini sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi 2025 kemarin permintaannya meningkat. Untuk persentase meningkatnya masih belum pasti, yang jelas sudah mulai tinggi sejak Jawa Timur viral di Douyin,” jelas Vika saat dihubungi oleh tim venuemagz.com.
Menurut Ferry, saat ini Surabaya memiliki potensi besar untuk mendatangkan lebih banyak pasar asing baru karena didukung banyak hal. Selain karena kepopuleran wisata Bromo dan Ijen, turis asing yang datang ke Surabaya untuk kebutuhan bisnis, investasi, maupun kegiatan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition).
Faktor lainnya yang menyebabkan tingginya pasar asing ke Surabaya adalah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seperti seminar hingga kerja sama antar perguruan tinggi. Konektivitas udara yang mudah juga memberikan peluang besar bagi pasar asing datang ke Surabaya.
“Kami harap di tahun 2026 ini pelaku hotelier terus menjaga dan mengembangkan pasar yang sudah ada untuk meningkatkan kembali bisnisnya,” ucap Ferry.






KOMENTAR
0