Pengeluaran turis di Indonesia diperkirakan melampaui total tahun 2019 sebesar 12 persen.
Data terbaru dari World Travel & Tourism Council (WTTC) mengungkapkan bahwa pengeluaran wisatawan internasional di Indonesia diperkirakan akan memecahkan rekor sepanjang masa pada tahun ini.
Jika ini terwujud, hal tersebut akan menjadi bukti bahwa Indonesia benar-benar menjadi kekuatan besar di sektor pariwisata Asia Tenggara.
Menurut laporan Economic Impact Research (EIR) WTTC tahun 2025, pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar Rp344 triliun tahun ini.
Jumlah tersebut hampir 12 persen lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang dicatat pada tahun 2019, dan menunjukkan lonjakan signifikan dari Rp289,1 triliun pada tahun 2024.
Kenaikan ini mencerminkan pulihnya kepercayaan wisatawan global serta meningkatnya permintaan terhadap berbagai daya tarik wisata yang ditawarkan Indonesia.
Sementara wisata internasional menunjukkan tren positif, pariwisata domestik juga tetap menjadi penggerak pertumbuhan yang kuat, dengan rekor pengeluaran domestik sebesar Rp381,4 triliun hingga saat ini.
Rekor Sepanjang Masa
Tahun ini, sektor perjalanan dan pariwisata diperkirakan akan menyumbang hingga Rp1.269,8 triliun terhadap perekonomian nasional, yang setara dengan 5,5 persen dari PDB Indonesia dan mengalami kenaikan 21 persen dibandingkan tahun 2019.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini juga diperkirakan terus berkembang, dengan dukungan hampir 14 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia.
Julia Simpson, Presiden dan CEO WTTC, menyatakan, “Kisah sukses Indonesia bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari kepemimpinan yang berani, investasi yang terarah, dan kolaborasi erat antara sektor swasta dan publik.”
Simpson juga menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata telah merancang jalur pertumbuhan yang jelas, dengan menekankan pada keberlanjutan, pemberdayaan komunitas lokal, dan ketahanan industri.
Dipadukan dengan inovasi dari sektor swasta Indonesia, hasilnya adalah sektor pariwisata yang dinamis, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kemakmuran nasional dengan menarik wisatawan dari seluruh dunia.
Pada tahun 2024, sektor perjalanan dan pariwisata menyumbang hampir Rp1.138 triliun bagi perekonomian Indonesia, atau setara 5,1 persen dari ekonomi nasional, dan mendukung hampir 13 juta pekerjaan.
Proyeksi 10 Tahun ke Depan
Melihat ke depan, WTTC memperkirakan dekade yang transformatif bagi pariwisata di Indonesia. Pada tahun 2035, sektor ini diperkirakan akan menyumbang sebesar Rp1.897 triliun terhadap perekonomian nasional.
Jumlah lapangan kerja juga diperkirakan akan meningkat hingga hampir 17 juta, dengan terciptanya lebih dari 3,2 juta pekerjaan tambahan dalam 10 tahun ke depan.






KOMENTAR
0