Pertumbuhan Pasok Hotel di Bali Dinilai Melambat

Tuesday, 09 July 24 Bonita Ningsih
Hotel Indonesia Natour
Grand Inna Bali Beach, salah satu properti milik Hotel Indonesia Natour. Foto: Dok. HIN

Colliers Indonesia menyebutkan bahwa saat ini pertumbuhan pasok hotel di Bali tengah mengalami perlambatan. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya hotel yang dibuka di Bali pada kuartal 2 tahun 2024. 

“Kuartal pertama masih ada hotel baru, tetapi kuartal kedua tidak ada. Meskipun pertumbuhannya melambat, Bali, masih tetap menjadi tujuan wisata favorit di Indonesia,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia saat melakukan konferensi pers secara virtual, beberapa waktu silam.

Dengan demikian, total jumlah kamar yang dirawat di Bali ada di angka 58.854 atau setara 523 hotel. Pada periode 2019-Q2 2024, peningkatan pasokan kamar di Bali didominasi dengan hotel berbintang 5 dengan penambahan 1.487 kamar. Disusul segmen bintang 4 dengan penambahan 896 kamar.

Meskipun tengah mengalami perlambatan, Ferry, meyakini investasi hotel di Bali masih menjanjikan. Bahkan, proyeksi menunjukkan bahwa penambahan hotel baru di Bali akan didominasi dengan kategori bintang lima. 

BACA JUGA:   Archipelago International Luncurkan Paket Katering untuk Masyarakat Umum

“Namun, perlu diwaspadai dengan adanya peningkatan pasok hotel yang terus menerus akan berdampak terhadap kinerja hotel yang sudah beroperasi,” dia menambahkan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Colliers Indonesia, pertumbuhan hotel baru di Bali sudah mulai tersebar ke berbagai lokasi sejak periode 2019 hingga Q2 2024. Beberapa di antaranya di Sanur yang terkenal dengan pantainya dan Ubud yang berada di dataran tinggi sehingga memiliki pemandangan tebing menakjubkan.

“Kedua daerah tersebut memberikan pengalaman wisata yang berbeda. Apalagi, Ubud tengah menjadi tempat wisata yang populer di Bali karena sering digunakan untuk yoga dan pernikahan khususnya tamu internasional,” jelasnya. 

BACA JUGA:   Kemenparekraf Pastikan Pembukaan PON XX Papua Berjalan Aman

Data menyebutkan bahwa pembangunan hotel di Ubud kini meluas ke arah Payangan dan wilayah utara menuju Kintamani. Namun, Ferry, masih menyayangkan pembangunan hotel di sana belum cukup merata khususnya pada bagian Bali Utara. Menurutnya, Bali Utara masih belum dapat menarik minat investor untuk mengembangkan hotel di sana.

Untuk periode selanjutnya, Colliers Indonesia telah mendata ada sekitar enam hotel baru yang dibuka hingga tahun 2027. Diperkirakan akan ada tambahan hingga 665 kamar hotel bintang lima dan 162 kamar hotel bintang empat pada periode 2024-2027.

Pada kuartal selanjutnya tahun 2024, terdapat dua hotel baru yang akan resmi beroperasi di Bali. Hotel pertama adalah Voco Seminyak yang merupakan segmentasi bintang 4 dan akan menghadirkan 162 kamar di dalamnya. Kemudian ada Kimpton Resort Nusa Dua dari segmentasi bintang 5 yang akan menawarkan 50 kamar. 

BACA JUGA:   SenS Hotels & Resorts Tawarkan Tempat Pertemuan yang Luas di Ubud Bali

Dilanjutkan Holiday Inn Express Hotel Sunset Bali yang akan dibuka pada 2025 dengan 72 kamar di dalamnya. Pada tahun 2026, direncanakan The Luxury Collection Jimbaran juga akan dibuka dengan 64 kamar di dalamnya. 

Sedangkan di tahun 2027 direncanakan akan ada dua hotel bintang 5 yang diresmikan di Bali. Vasa Hotel Ubud dengan 175 kamar dan The Apurva Kempinski Ubud yang menawarkan 160 kamar di dalamnya.