PP Hospitality Persembahkan The Smile Behind PP Hospitality

Tuesday, 19 November 19 Venue
The Smile Behind PP Hospitality

Satu dasawarsa sudah PP Properti melalui anak usahanya PP Hospitality berkiprah di industri perhotelan. Berawal dari Park Hotel Cawang pada 2009, hotel plat merah ini kemudian merambah kota lain, yakni Bandung, Surabaya, Pekanbaru, dan Lombok. Kini, PP Hospitality total memiliki empat hotel dengan skala bintang tiga hingga lima.

Merayakan 10 tahun perjalanannya, PP Hospitality pada 18 November meluncurkan buku bertajuk The Smile Behind PP Hospitality. Buku ini menceritakan secara lengkap empat hotel yang dikelola oleh PP Hospitality, yaitu PARK HOTEL Cawang – Jakarta, PRIME PARK Hotel Bandung, PRIME PARK Hotel Pekanbaru, dan PALM PARK Hotel Surabaya.  Satu hotel lagi PRIME PARK Hotel & Convention Lombok sedang dalam tahap pembangunan.

Sinur Linda Gustina, Direktur Komersial dan Hospitality PP Property, mengatakan, dipilihnya “Smile” sebagai tema utama karena menurutnya senyum merupakan salah satu elemen penting dalam industri hospitality. “Salah satu ciri keramahtamahan bangsa Indonesia adalah masyarakatnya yang murah senyum,” ujar Sinur.

Sesuai dengan judul The Smile of PP Hospitality juga menampilkan potret senyum para karyawan hotel berlatar aktivitas mereka sebagai hotelier. “Mereka memaknai senyum sebagai budaya dan prinsip yang wajib dilakukan dalam bekerja khususnya saat memberikan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Sinur.

Sinur mengungkapkan, buku ini juga mengulas tentang De Tjolomadoe, bangunan pabrik gula yang berdiri tahun 1861 yang direvitalisasi pada 2017 dan menghidupkannya menjadi tujuan wisata budaya (museum), MICE, dan kawasan bisnis komersial.

De Tjolomadoe merupakan hasil sinergi PT PP Properti Tbk dengan PT PP (Persero) Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko (Persero), serta PT Jasa Marga Properti. Sejumlah tenant Art & Craft serta F&B turut meramaikan bisnis komersial De Tjolomadoe, salah satunya Besali Café yang dikelola oleh PP Hospitality. Restoran ini dahulunya merupakan bengkel dan tetap dipertahankan sesuai bentuk lamanya.

Penulis: Erwin Gumilar