BerandaNewsTiga Langkah Strategis Pemerintah Tangani Dampak COVID-19

Tiga Langkah Strategis Pemerintah Tangani Dampak COVID-19

Published on

spot_img
spot_img

Kemenparekraf juga saat ini telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi. Semua itu untuk mengumpulkan masukan, data, dan keluhan sebagai dasar pertimbangan pengambilan kebijakan dalam upaya penanganan di situasi tanggap darurat saat ini.

“Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah. Kemudian, bersama pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19. Selain itu, juga membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan,” katanya.

BACA JUGA:  KEK Pariwisata Mandalika akan Memiliki 10.000 Kamar Hotel

Dalam diskusi virtual dengan Forwaparekraf (Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) tersebut, hadir pula sebagai narasumber Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dan Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nunung Rusmiati. 

Hariyadi Sukamdani menjelaskan, dari data yang masuk ke PHRI saat ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di 31 provinsi. Meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, ia memperkirakan lebih dari 150.000 karyawan yang berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan.

BACA JUGA:  Destinasi yang Paling Terdampak Corona Justru Paling Cepat Pulih

“Kami terkendala di pendataan, pihak restoran masih banyak yang belum masuk. Data pekerja yang memenuhi standar untuk mendapat bantuan hingga saat ini baru berkisar 74.101. Data tersebut kami prediksi bisa melebihi dari data karyawan yang masuk saat ini,” katanya.

Sementara itu, Nunung Rusmiati menjelaskan, pihaknya terus memonitor semua travel agen anggotanya yang berjumlah sekitar 7.000 di 34 provinsi, serta terus berkoordinasi dengan seluruh DPD ASITA untuk memantau perkembangan dampak dari wabah COVID-19 ini.

BACA JUGA:  KAI Batalkan 28 Perjalanan Kereta

“Jadi, mulai sekarang sudah ada yang mengurangi gaji karyawan sebanyak 25 persen. Bahkan, travel agent sudah mengatakan, kalau keadaan seperti ini terus bisa sampai 50 persen. Alhamdulillah ada beberapa travel agent yang tidak mengurangi karyawan atau tidak melakukan PHK,” katanya.

spot_img

ICC Sydney Luncurkan Quiet Room untuk Dukung Aksesibilitas dan Inklusi

Sydney, Venuemagz.com -- International Convention Centre Sydney (ICC Sydney), yang dikelola oleh Legends Global,...

Dubai Beri Penghargaan kepada 237 Hotel dalam Program Dubai Sustainable Tourism Stamp 2026

DUBAI, Venuemagz.com – Dubai Department of Economy and Tourism (DET) memberikan penghargaan kepada 237...

Efisiensi Fiskal Menekan, Hotel di Jakarta Transformasi Sebagai Destinasi Lifestyle 

Jakarta, Venuemagz.com - Selama ini, bisnis perhotelan di Jakarta sangat bergantung pada acara pemerintahan...

Hotel Jakarta dan Bali Masuki Model Bisnis Baru, Geser Fokus Okupansi ke Pengalaman Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com - Industri perhotelan di Indonesia kini tengah memasuki fase pertumbuhan baru. Berdasarkan...

Destinasi yang Paling Terdampak Corona Justru Paling Cepat Pulih

Pariwisata di Bali memang yang paling berdampak akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Dari...

Sekarang Minimalisir, Berikutnya Langkah Recovery

Tepat pukul 17.00 WIB pada 7 April 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama...

Pemda Diminta Bantu Selamatkan Industri Pariwisata dan Ekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah daerah (Pemda) secara aktif turut serta...