BerandaProfilePipin Wahyudi: Efisiensi Menjadi Kunci untuk Bersaing

Pipin Wahyudi: Efisiensi Menjadi Kunci untuk Bersaing

Published on

spot_img
spot_img

Jalan Wahid Hasyim merupakan medan perang bagi hotel-hotel yang berjajar di tepian. “Kompetisinya sangat sengit. Yang paling kuat maintain tamu, dialah pemenangnya,” kata Pipin Wahyudi yang dipercaya oleh manajemen sebagai Hotel Manager Ashley Hotel sejak awal tahun 2019.

Menurut Pipin, semua general manager hotel melakukan strategi yang mirip, karena bersumber dari buku yang sama, untuk meningkatkan kinerja hotelnya. Namun, terkadang yang kerap dilupakan oleh mereka ialah bagaimana maintain tamu agar puas dengan pelayanan dan mau kembali datang untuk menginap.

BACA JUGA:  Wita Junifah: Piawai Melihat Peluang

Lebih lanjut pria yang sudah berkarier selama 19 tahun di perhotelan itu mengatakan bahwa sebagian besar orang datang ke hotel itu membawa masalah. Salah satu cara untuk meredakan masalah itu ialah dengan memberikan pelayanan terbaik ketika tamu check in. “Enam dari tujuh tamu itu punya pengalaman buruk ketika check in, karena itu benar-benar harus diperhatikan. Guest comment juga diperbaiki. Jadi, kalau dijagain di situ saja, otomatis kompetitor kalah,” katanya.

Namun, hal menarik yang diterapkan oleh Pipin di hotel yang dipimpinnya ialah rumus bisnis 0.2. Artinya, apabila hotel memiliki 100 kamar, maka jumlah karyawannya hanya 20 orang. “Saya punya total kamar 186, total karyawan kami hanya 40 orang, itu termasuk saya. Beberapa posisi pun ditiadakan, seperti front office manager,” kata Pipin.

BACA JUGA:  Alia Kurniati, Director of Sales Grand Whiz Poins Square Jakarta: "Jangan Patah Semangat"

Rumus yang Pipin anut memang tak mudah untuk diterapkan di sebuah hotel yang ingin mengedepankan pelayanan sebagai nilai tambah dibandingkan kompetitor. Pasalnya, sebagian orang berpikir, SDM yang terbatas akan berbuntut pada pelayanan yang berkurang. Namun, Pipin melakukan pembuktian terbalik. Setidaknya itu tecermin dari tingkat hunian kamar yang bertengger pada angka 80-90 persen month to date.   

BACA JUGA:  Farriek Tawfik: "Cruise Mahal itu Image Kuno"

Langkah awal untuk membuktikan itu dimulai pada proses rekrutmen karyawan. Ia akan memastikan calon karyawan itu sesuai dengan konsep bisnis yang akan diterapkan. “Saya harus teryakini bahwa orang ini on hand, tidak bossy. Jadi sudah saya jelaskan di awal,” katanya. “Memang tidak ada yang sempurna, yang ada yang bisa dibina.”

Sejatinya, apa yang dilakukan oleh Pipin merupakan strategi yang telah ditentukan oleh manajemen guna mempercepat investasi balik pokok plus cara untuk berkompetisi di industri perhotelan yang kian sengit.

spot_img
spot_img
spot_img

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar Fashion Show Inklusif

JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka...

Generasi Terbaru Printer EcoTank: Cetak Lebih Cepat, Biaya Lebih Hemat

Jakarta, Venuemagz.com – Kebutuhan mencetak dokumen tidak pernah benar-benar hilang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan...

Ocean Mantra Village Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Retret yang Sesungguhnya

Jakarta, Venuemagz.com -- Ocean Mantra Village resmi dibuka di Indonesia sebagai destinasi retret yang...

Pasar Seni Bermain 2025: Panggung Pertunjukan Insan Kreatif

Ashley Hotel Group berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Ekraf) kembali menggelar acara tahunan...

Keramahtamahan British Persembahan Adele Resto

Di salah satu pusat kuliner dan keramaian Jakarta, tepatnya di Jalan K. H. Wahid...